Hadapi, Bukan Hindari

SETIAP manusia tentu akan menemui tantangan kehidupan. Semuanya menghadapi ujian kehidupan. Baik itu yang terasa nikmat maupun yang terasa pedih. Yang terasa nikmat itu salah satunya harta berlebih, dan yang terasa pedih itu salah satunya kekurangan materi.

Ketika tantangan kehidupan itu datang melanda, banyak orang yang terlena dan bahkan menderita. Itu semua terjadi akibat dirinya sendiri yang menjalankan tantangan tersebut. Banyak dari mereka yang tak sanggup untuk melewatinya, hingga memutuskan untuk menghindari tantangan tersebut.

Padahal, tantangan atau yang biasa kita sebut sebagai masalah, bukanlah untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi. Ketika kita lari dari masalah, maka masalah baru akan kita temui. Sehingga, masalah akan terus datang, ketika lari darinya. Dengan begitu, masalah yang akan kita dapat malah akan bertambah banyak, bukanlah berkurang.

Misalnya, ketika Anda diberi tugas oleh atasan Anda, dan ternyata tugas itu begitu sulit menurut Anda, hingga Anda tidak melakukan tugas tersebut. Maka, tentu Anda akan mendapat masalah baru, yakni mendapat hukuman dari atasan Anda. Tentu Anda pun akan mencari beribu alasan agar dapat mengelak. Seketika itu, bisa saja atasan Anda tidak akan percaya pada Anda hingga Anda memperoleh hukuman tersebut. Kalau pun atasan Anda percaya dengan alasan yang Anda lontarkan, tentu ada saatnya tugas baru yang akan Anda dapatkan, dan boleh jadi itu lebih berat dari sebelumnya.

Contoh lain, ketika Anda mendapat informasi bahwa Anda tidak diterima oleh orang yang Anda cintai tentu Anda merasakan sakit hati yang teramat luar biasa. Hingga, timbul rasa prustasi atau putus asa. Anda merasa hidup ini tidak ada artinya, hingga Anda memutuskan untuk bunuh diri, karena menganggap itu akan menghilangkan beban Anda. Padahal, dalam keterangan dikatakan bahwa orang yang bunuh diri, maka di akhirat kelak akan terus melakukan bunuh diri itu. Ia akan melakukan hal yang serupa seperti apa yang ia lakukan di dunia. Ia akan merasakan mati hanya sekejap saja, setelah itu dibangkitkan kembali dan melakukan kembali bunuh diri tersebut.

Maka dari itu, sesulit apa pun masalah yang kita terima, kita harus mau untuk menghadapinya. Boleh jadi Anda merasa berat ketika menerima masalah tersebut, tai ternyata terasa ringan saat Anda menghadapinya. Karena, dengan kita menghadapi masalah tersebut, maka masalah itu tidak akan diam begitu saja dalam hidup kita, melainkan perlahan namun pasti akan menguarangi beban hidup kita.

Jika Anda tidak percaya, maka lakukanlah! Cobalah untuk menghadapi segala masalah yang Anda terima. Jangan coba-coba untuk menghindarinya, karena masalah tidak akan terselesaikan, bahkan akan menimbulkan masalah baru. Wallahu ‘alam. []

Iklan

Posted on 13 Mei 2015, in Motivasi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: