Diposkan pada Muslimah, Nasihat

Kecantikan Sejati

Kecantikan Sejati

Dikirim: Ummu Yusuf Wikayatu Diny
Muroja’ah: Ust Aris Munandar

Adalah kebahagiaan seorang laki-laki ketika Allah menganugrahkannya seorang istri yang apabila ia memandangnya, ia merasa semakin sayang. Kepenatan selama di luar rumah terkikis ketika memandang wajah istri yang tercinta. Kesenangan di luar tak menjadikan suami merasa jengah di rumah. Sebab surga ada di rumahnya; Baiti Jannati (rumahku surgaku).

Lanjutkan membaca “Kecantikan Sejati”

Diposkan pada Al Islam, Motivasi, Nasihat, Tarbiyah

Jangan Takut Lepaskan Dia Pergi & Ikhlaskan Perpisahan Itu

kebahagiaan

Bila lebih banyak kesakitan dan kesedihan yang dia rasa berbanding kebahagiaan, tak salah kalau kita lepaskan dia pergi.

Lepaskan dia terbang bebas mencari kehidupan dan kebahagiaan dia sendiri walaupun bukan bersama kita.

Biarkan mereka pergi bukan bermakna tak ada lagi cinta ataupun sayang.

Menyayangi tidak semestinya memiliki. Kalau betul kita sayangkan seseorang, lepaskan dia pergi untuk cari kebahagiaan walaupun hanya kesakitan yang mampu kita tanggung”

Lanjutkan membaca “Jangan Takut Lepaskan Dia Pergi & Ikhlaskan Perpisahan Itu”

Diposkan pada Al Islam, Nasihat, Palestina, Tarbiyah, Tsaqofah

Kewajiban Ummat Islam Terhadap Al Aqsa

Al AqsaPalestina adalah tanah waqaf bagi seluruh umat Islam. Di dalamnya terdapat Masjid Al Aqsa, kiblat pertama umat Islam. Selain itu, muslim Palestina kini sedang terjajah oleh Zionis la’natullah ‘alaih. Atas dasar itulah umat Islam dimana pun berada mempunyai kewajiban untuk membela Palestina. Karena di negara Palestina itu ada Masjid Al-Aqsa, maka ada beberapa kewajiban yang harus dilakukan oleh kaum muslimin antara lain sebagai berikut.

Pertama, umat Islam harus memahami kondisi dan problematika Palestina. Kewajiban pertama yang paling fundamental bagi seorang muslim adalah memahami akar masalah Palestina (Al Quds) bahwa masalah Palestina adalah masalah umat Islam. Perebutan kekuasaan yang terjadi di tanah suci itu bukan perebutan antara dua bangsa, Arab dan Israel. Tetapi, perang agama antara Islam dan Yahudi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.”(QS. Al-Maa-idah 82). Lanjutkan membaca “Kewajiban Ummat Islam Terhadap Al Aqsa”

Diposkan pada Motivasi, Muslimah, Nasihat

Berawal Dari Sosok “Ninja” Hingga “Celana Cingkrang”

“Tok… Tok… Tok…”  terdengar suara ketukan pintu depan rumah selepas tarawih, mungkin kakakku baru pulang dan datang untuk menginap.

Aku pun tak keluar kamar, tak membukakan pintu. Sayup-sayup kudengar suara Mama sedang berbincang, dari suaranya aku bisa menebak bahwa lawan bicara Mama adalah seorang wanita dewasa, wanita? Bukan kakak? Siapa yang bertamu semalam ini? Pikirku dalam hati. Namun rasa kantuk membuatku enggan untuk memuaskan rasa penasaran ini. Lanjutkan membaca “Berawal Dari Sosok “Ninja” Hingga “Celana Cingkrang””

Diposkan pada Muslimah, Nasihat

Sebuah Bisikan Khusus Bagi Muslimah dari Ulama di Balik Penjara Saudi

Sebuah Taujih dari Syaikh Kholid Rosyid ( FakkALLAH Asrah )
diterjemahkan oleh : Al Akh Syababul Ummah

Inilah sebuah bisikan…

Aku bisikkan kepada kedua telinga-mu wahai engkau (Wanita) yang sangat berharga…
Apakah engkau berharap memiliki karakter dari Huur ‘Iien (Bidadari) !!!
Serta apa yang disebutkan dari kebaikan dan kecantikan mereka (Para bidadari) Lanjutkan membaca “Sebuah Bisikan Khusus Bagi Muslimah dari Ulama di Balik Penjara Saudi”

Diposkan pada Al Islam, Motivasi, Muhasabah, Muslimah, Nasihat, Tarbiyah

Sebab Mekarmu Hanya Sekali: “Sabar dan Istiqomah”

1_784549069lAkhirnya, puncak dari segala upaya dan ikhtiar adalah terus bersabar dan berusaha istiqamah. Aku sangat paham bahwa saat ini di sekelilingmu telah mengepung segala kemaksiatan yang seringkali tak mampu kau hindari. Bangkubangku sekolah dan kampus, fasilitas umum dan sarana transportasi, bahkan sampai di sudut-sudut ruang perkantoran serta pabrik, telah dipenuhi oleh budaya percampuran bebas yang telah berlangsung semenjak lama. Praktek ikhtilath di tengah-tengah masyarakat memang telah menjadi sebuah kebiasaan yang dipandang wajar. Lanjutkan membaca “Sebab Mekarmu Hanya Sekali: “Sabar dan Istiqomah””

Diposkan pada Akhlaq, Al Islam, Dakwah, Goresan Tangan, Motivasi, Muhasabah, Nasihat, Renungan, Tarbiyah

Tere Liye Quotes (Bag. I)

tereliye“Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus dimengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahamim pemahaman yang tulus.”  ― Tere Liye
“Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu… Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati.
Diposkan pada Muslimah, Nasihat

Bersama Menjadi Bidadari Dunia: Surat Terbuka Untuk Kaum Muslimah

Foto: ♥ Bersama Menjadi Bidadari Dunia ♥Surat Terbuka Untuk Kaum MuslimahAssalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu. Jika engkau tidak berusaha menjadi seperti Fathimah, mengapa engkau berharap bisa mendampingi pemuda seperti Ali ? Jika engkau tidak berusaha shalih seperti Rasulullah shalaAllahu ‘alaihi wassalam, mengapa engkau berharap mendapatkan wanita seperti ‘Aisyah ? Berharap memang tak salah. Seorang pencuri sah – sah saja berharap anaknya tidak tumbuh menjadi pencuri. Ada salah satu saudara kita yang malas diajak sholat jama’ah ke masjid, malas mendatangi majelis ilmu malah menghabiskan waktu dalam hal yang sia-sia. Bahkan ada juga yang kurang menjaga pergaulannya, merasa bebas berhubungan dengan lawan jenis. Namun, mereka tidak akan menikah kecuali dengan istri/suami yang shalih/ah dan pandai dalam din. Mereka mendambakan suami/istri yang tidak pernah bergaul bebas dengan lawan jenis. Mereka menginginkan istri yang suci bagai bidadari turun dari surga.Sebagaimana pula saudari-saudari kita, mereka yang menginginkan suami yang selembut Abu Bakar, yang setegas `Umar Ibnul Khoththob, yang sekaya `Utsman Ibnul Affan, atau setangkas `Ali ibnu Abi Thalib. Namun anehnya, bagi saudari-saudari kita tersebut, tidak ada usaha untuk memperbaiki diri semisal meniru kebijaksanaan Khadijah , kepandaian ‘Aisyah, ketangguhan Fathimah, atau keikhlasan Sumayyah.Begitu juga dengan saudara kita para ikhwan yang menginginkan istri sepandai para istri nabi, sebagus akhlaq muslimah di zaman Rasul, namun dalam dirinya tidak ada usaha untuk lebih shalih, lebih pandai, dan lebih menuju akhirat.Memang berharap itu tidak salah. Seorang pencuri sah – sah saja berharap anaknya tidak tumbuh menjadi pencuri, namun apakah jika anak tersebut tumbuh menjadi ‘ulama misalnya, apakah mampu membebaskan bapaknya dari hukuman penjara ? Apakah suami yang shalih dan istri yang shalihah bisa menyelamatkan kita dari Naar jika kita sendiri tidak berusaha menjauhi Naar ?“ Allah telah menjadikan istri nabi Nuh dan istri nabi Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya dibawah pengawasan dua hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami. Lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah, dan dikatakan (kepada keduanya) `masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk` (neraka) “ (QS. At Tahrim : 10)“ Dan Allah menjadikan istri Fir’aun sebagai perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata ` Ya Rabbi, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim “ (QS. At Tahrim :11)“ (Dan ingatlah) Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan dalam rahimnya sebagaian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Rabbnya dan kitab-kitabNya dan dia termasuk orang-orang yang ta’at” (QS. At Tahrim : 12)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu. Jika engkau tidak berusaha menjadi seperti Fathimah, mengapa engkau berharap bisa mendampingi pemuda seperti Ali? Jika engkau tidak berusaha shalih seperti Rasulullah shalaAllahu ‘alaihi wassalam, mengapa engkau berharap mendapatkan wanita seperti ‘Aisyah? Berharap memang tak salah. Seorang pencuri sah – sah saja berharap anaknya tidak tumbuh menjadi pencuri. Ada salah satu saudara kita yang malas diajak sholat jama’ah ke masjid, malas mendatangi majelis ilmu malah menghabiskan waktu dalam hal yang sia-sia. Bahkan ada juga yang kurang menjaga pergaulannya, merasa bebas berhubungan dengan lawan jenis. Namun, mereka tidak akan menikah kecuali dengan istri/suami yang shalih/ah dan pandai dalam din. Mereka mendambakan suami/istri yang tidak pernah bergaul bebas dengan lawan jenis. Mereka menginginkan istri yang suci bagai bidadari turun dari surga. Lanjutkan membaca “Bersama Menjadi Bidadari Dunia: Surat Terbuka Untuk Kaum Muslimah”