Diposkan pada Cerpen, Goresan Tangan

..Ternyata DIA Memang BIDADARI…

bidadari2Bismillahir-Rahmaanir-Rahim …

“Subhanallah… aku tak mengira bahwa kau adalah bidadari yang diturunkan Allah untukku. Allah menurunkanmu bukan untuk kumiliki, tetapi Hari ini ia sengaja datang ke kampus
lebih pagi. Selain karena tak ingin terlambat di kuliah pertama, ia ada janji bertemu dengan Ustdz. Faridz di musholla kampus. Dia tegakkan dua

 rakaat shalat Ta…
hiyatul Masjid, disusul dengan 4 rakaat shalat Dluha. Lalu dia tengadahkan tangan melantunkan doa. Dia menyambung ibadah paginya dengan tilawah tartil sambil menunggu Ustdz. datang. Seorang kawan menghampirinya. Dia tutup tilawahnya setelah menyelesaikan satu pojok.

“Assalamualaikum Akh Ilham…” sapa sang kawan ramah. “Waalikumussalam warahmatullah… apa kabar akhi?” jawabnya sambil tak lupa bertanya kabar.
Lanjutkan membaca “..Ternyata DIA Memang BIDADARI…”

Diposkan pada Cerpen, Goresan Tangan

“Kau Terlalu Cantik Untuk Saya”

 AKU masih termenung. Skrin komputer riba aku tatap dalam. Aku cuba perah ayat-ayat supaya keluar dari otak. Tiada. Aku tatap lagi skrin. Terasa kosong. Jenuh otak memikirkan ayat-ayat sebagai mukadimah diri. Di luar suasana mula redup. Bahang matahari tadi sudah bertukar sejuk. Angin mula bertiup bila dahan halus mula meliuk lentuk ditempuh angin. Mata beralih pula ke arah skrin.

Bingung. Bujang begini, telinga panas diterjah soalan ‘bila nak berdua?’. Aku bukan jenis memilih. Aku pertahankan prinsip. Jodoh biar datang sendiri. Bukan dicari, bukan dikejar, bukan dihambat. Aku perempuan. Betul, jodoh pertemuan itu di tangan Tuhan tapi jodoh takkan datang jika tidak dicari. Lanjutkan membaca ““Kau Terlalu Cantik Untuk Saya””

Diposkan pada Cerpen, Goresan Tangan

Cerpen: Syurga Dunia

 

Mentari terik menegak tinggi di dada langit. Sayyidah Humaira menyeka keringat yang membasahi urat keningnya. Dia mengatur langkah bersama sahabat karibnya, Fatimah menuju ke sebuah restoran. Pertemuan telah di atur olehnya bersama Muhammad Afnan, seorang pengarah syarikat penerbitan buku. Manuskrip yang telah dihantarnya sebulan lalu, mendapat respon yang baik daripada Syarikat Mutiara Hati Sdn Bhd.

“Enti janji dengan Afnan pukul berapa?” Soal Fatimah yang sedang membetulkan tudungnya.

“Ana bagitahu dia datang pukul 3.00 petang. Tapi kita dah terlambat 15 minit ni. Harap-harap dia belum datang.” Lanjutkan membaca “Cerpen: Syurga Dunia”

Diposkan pada Cerpen, Goresan Tangan

Cerpen: “Cahaya Cinta Zahra”

alt“Zahra…” lembut suara itu memanggil. Zahra tidak menghiraukannya. Namun, suara itu masih lagi memanggil namanya berkali-kali. Dirinya mula naik berang.

Dia berpaling. Di belakangnya sudah berdiri seseorang sambil tersenyum. “Kau nak apa, hah?” tanya Zahra agak kasar. Dia masih lagi tersenyum. Riaknya kelihatan tenang.

“Tidak ada apa. Cuma nak ucapkan tahniah sebab dapat straight A’s. Aku nak bagi ni je,” katanya sambil menghulurkan bungkusan yang agak besar beserta kad di atasnya. “Kenapa tiba-tiba kau nak bagi aku ni… You’ve lost your mind, right?…” Zahra bersuara.

Namun, orang tersebut terus tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Kau ambil sajalah… Jumpa kau lagi bila dah berjaya nanti,” balasnya seraya berlalu dari situ. Zahra terpinga-pinga dengan kelakuan orang itu. Memberinya sesuatu tanpa tujuan yang nyata. Sungguh pelik baginya.

******* Lanjutkan membaca “Cerpen: “Cahaya Cinta Zahra””

Diposkan pada Al Islam

Cerpen: ~::KHUMAIRAH::~

Kakaaak, Kucing kita ngelahirin tuh. Dalam sekejap mereka semua berkumpul untuk melihat “keluarga baru” yang akan hadir, satu, dua… Empat anak mungil yang keluar dan sayang yang bungsu harus mati. Hiks… Kak kita kubur yaa, Iya rah tapi ga bisa sekarang, tunggu si Aannya pindah dulu. Adiknya protes Ahh kakak nama ibunya bukan Aan tapi Iin, kan Aan udah Mati. Kakaknya hanya tersenyum

“Ya sudah kita kubur yang sudah mati ya”, sanggah Abi mereka.

“Tapi Iin kasihan bi, tuh berdarah! Kan sakit bi klo b’darah”

“Makanya kalian jangan ngelawan sama umi kalian, umi kalian juga berdarah waktu melahirkan kalian” jawab Abi

“Ihh siapa yang ngelawan? Tuh kak Ali yang sering ngelawan”,, “eh eh eh siapa yang ngelawan? Adek tuh ngrengek terus sama umi”. Lanjutkan membaca “Cerpen: ~::KHUMAIRAH::~”

Diposkan pada Al Islam, Cerpen, Goresan Tangan, Muslimah, Nasihat

CANTIK MU INDAHKAN DUNIA KU, AKHLAKMU CERIAKAN JIWA KU…..(renungan utk hati)

Tanggal 21 april 2009 akan diadakan sebuah kontes kecantikan yg nama kontesnya “ pemilihan miss cantik 2009”, kontes ini mengambil tema “ cantikkah aku, menurutmu!!!”. Kan pada tau semua kalau Yang namanya kaum hawa emang sangat suka kalau di bilangin CALUS (cantik,lembut, sexi,..afwan rada maksa singkatannya..). segala cara akan dilakukan biar bisa tampil cantik. Ada yg suntik botox diwajah kaya krisdayanti, operasi bibir kaya Angelina jolie, operasi mesekin hidung kaya Hayley duff, dan laen-laen. Ada yg ampe habisin uang 3juta rupiah perminggu utk ngerawat diri ke salon.ckckck. kira-kira apa aja yg mesti didempul, di sikat, ditambal, kok yah sampe semahal itu. ANEH. By the way, gmn cerita kontes kecantikannya yah??mari kita simak !!! Lanjutkan membaca “CANTIK MU INDAHKAN DUNIA KU, AKHLAKMU CERIAKAN JIWA KU…..(renungan utk hati)”

Diposkan pada Akhlaq, Al Islam, Cerpen, Goresan Tangan, Muslimah

Kak, Aku Mencintaimu Karena Allah

Teruntuk Khusus bagi kakak yang insyaAllah aku sayangi karena Allah.

     Kakak,,

     Banyak nasehat yang terlontar dari hatimu untukku.

     Kadang aku berfikir dan bertanya-tanya dalam hati; “mengapa kakak begitu memperhatikanku?” Padahal aku bukan siapa-siapa mungkin bagimu. Bukan adik kandungmu, bukan kenalanmu, hanya saja kau bilang bahwa aku adalah saudara seimanmu.

     Kakak, sungguh aku mencintaimu karena Allah.

     Kak, pernahkah kau terlintas membenciku?

     Sering nasehatmu terlalaikan dan teracuhkan.

     Terlukakah hatimu kak? Lanjutkan membaca “Kak, Aku Mencintaimu Karena Allah”

Diposkan pada Cerpen, Goresan Tangan

[Cerpen] Mata Cantik Nadia#Part2

Ups, baca bagian satu dulu yaa.. ^^

           Keesokan harinya Nadia masih tidak masuk sekolah. Hanya diam di kamarnya. Sesekali memandang keluar jendela, menatap kosong langit Jakarta. Pikirannya hanya tertuju pada kehancuran nasib yang ia bayangkan. Belum pernah Nadia begitu. Kehilangan semangat hidup. Seakan-akan tak ada lagi yang bisa ia lakukan menghadapi kenyataan pahit buta warnanya.

            Nadia Aulena, gadis yang dikenal sempurna, ternyata tidak begitu. Dia hanya bisa menangis putus asa. Tidak tahu lagi caranya kembali bersemangat. Nadia benar-benar merasa sudah hancur. Bila ada kapur tua, maka dirinya lebih rapuh dari itu.

            Sudah seminggu tes buta warna itu berlalu. Nadia masih merana ria. Waktunya ia habiskan dengan bermuram durja, menyesali kelemahan fisiknya, dalam hati dia bertaruh tak ada yang sesedih dan sesial dirinya. Setiap hari Nadia mengurung diri di kamar. Tak satu orang pun yang diizinkan masuk, termasuk ayah dan kakaknya. Hanya pembantunya yang dibolehkan membuka pintu untuk mengantarkan makanan sesekali. Itupun tidak dimakannya. Lanjutkan membaca “[Cerpen] Mata Cantik Nadia#Part2”

Diposkan pada Cerpen, Goresan Tangan

[Cerpen] Mata Cantik Nadia#Part1

           “Selamat,ya.”, ujar ibu Ika, wali kelas Nadia. Pagi itu adalah pembagian rapor, Nadia kembali mendapatkan juara umum di sekolahnya. Dengan senyum mengembang indah di bibirnya, Nadia mencium tangan bu Ika, sambil mengucapkan terima kasih.

            “Selamat, ya, Nak,” ujar pak Sudir, kepala sekolah Nadia. Hari itu Nadia menerima penghargaan sebagai siswa teladan se-Jakarta.

            “Selamat, ya, Nad,” kak Geri, kakak kelasnya, mengabarkan bahwa Nadia berhasil memenangkan juara 5 Olimpiade Biologi tingkat Nasional.

            “Yeeeey….!” Nadia dan teman-temannya bersorak riang. Mereka baru saja memenangkan ISDC Nasional.

            Begitulah hari-hari Nadia Aulena. Dara cantik dan manis, idola banyak orang. Cerdas dan kaya. Nadia memang terlahir di keluarga berada. Walaupun ibunya telah berpulang sejak ia kecil, Nadia masih bisa mendapatkan kasih sayang seorang ayah. Kakaknya Andi, juga sangat baik pada Nadia. Lanjutkan membaca “[Cerpen] Mata Cantik Nadia#Part1”

Diposkan pada Cerpen, Goresan Tangan

Ketegaran Cinta Bertakbir

Oleh : Rudi Al-Farisi

Seorang sahabat, Mimi namanya, kami bersahabat puluhan tahun sejak kami sama-sama duduk di sekolah dasar (SD), selama beberapa tahun itu saya mengenalnya, sangat mengenalnya, Mimi gadis sederhana, anak tunggal seorang juragan sapi perah di wilayah kami, memiliki mata sebening kaca, dan lesung pipit yang manis menawan siapa saja akan runtuh hatinya jika memandang senyumnya, termasuk saya’. dan nilai tambahnya adalah dia seorang yang sangat sholehah, yang patuh pada kedua orang tuanya.

Tetapi Ranu, Don Juan yang satu ini juga sangat menyukai Mimi, track recordnya tidak menggoyahkannya untuk merebut hati Mimi. Sedangkan saya hanya bisa menatap cinta dari balik senyuman tipis ketegaran.

Setiap pagi hari, petugas rutin kantor pos pasti sudah nangkring di sudut rumah besar di ujung gang kampung kami, (rumah Mimi).

Menunggu pemilik rumah membukakan pintu demi dilewati selembar surat warna merah jambu milik Ranu untuk sang pujaan hatinya.

Lanjutkan membaca “Ketegaran Cinta Bertakbir”