Arsip Blog

Lady Gaga, Mind Control, dan Dunia Tanpa Agama Langit (1)

Rencana pentas Lady Gaga yang menamakan dirinya The Mother Monster—serta menyebut fansnya di seluruh dunia sebagai The Little Monster—pada hari Ahad, 3 Juni 2012, di Gelora Bung Karno Jakarta, terus menuai polemik. Di berbagai forum diskusi dan yang lebih marak menjadi tema sentral di berbagai media massa, cetak dan elektronik.

Polda Metro Jaya bersikukuh tetap merekomendasikan agar rencana pementasan itu dibatalkan dengan alasan izin konser yang belum ada, ditambah dengan sosok kontroversial sang artis yang dianggap banyak bertentangan dengan budaya dan moral ketimuran. Sikap Polda Metro Jaya ini didukung sejumlah ormas, pejabat, dan juga sejumlah budayawan. Namun sejumlah pejabat yang lain, artis kebanyakan, dan juga sebagian masyarakat malah terang-terangan menyesalkan jika Lady Gaga tidak jadi tampil di Jakarta. Read the rest of this entry

Iklan

Membongkar propaganda Anti-Tuhan dalam film “X-Men First Class” (bagian 2 -tamat-)

 

Einstein, Nuklir dan Depopulasi

Setelah kita membahas tentang Charles Darwin pada Bagian-1, selanjutnya yang akan kita bahas adalah tentang foto kedua, yaitu Albert Einstein. Salah seorang fisikawan jenius yang pernah dinobatkan sebagai “manusia abad ke-20″ oleh majalah Times. Einstein adalah seorang Yahudi fanatik, sebagaimana pengakuannya dalam salah satu suratnya, “In my whole life I have never felt so Jewish as now.” (Dalam seluruh hidupku, belum pernah aku merasa begitu Yahudi seperti sekarang). Berbeda dengan Charles Darwin yang memiliki backgroud Nasrani.

Walaupun berlatar-belakang agama kristus, namun santer dinyatakan bahwa Darwin di akhir hidupnya telah murtad dari akidah gereja ini. Hal tersebut seperti yang ditegaskan Ernst Mayr –pendiri neo-Darwinisme– yang mengakui bahwa Charles Darwin adalah seorang atheis. Ernst berkata, “Jelas bahwa Darwin kehilangan imannya di tahun 1836-1839…” Read the rest of this entry

Membongkar propaganda Anti-Tuhan dalam film “X-Men First Class” (bagian 1)

Hingga kini masih banyak orang yang menganggap bahwa film hanyalah sebuah tontonan yang bersifat konsumsi untuk sekedar hiburan semata. Menganggap jika film hanyalah sarana untuk melenturkan otot-otot syaraf dari ketegangan menghadapi rutinitas harian. Dan tidak sedikit publik yang mengingkari bahwa sebuah film ternyata banyak menyimpan pesan-pesan yang ingin ditanamkan secara halus oleh produsen di bawah alam sadar para penonton.

Dalam membahas perfilman, pikiran kita akan ditarik secara paksa kepada industri raksasa perfilman dunia bernama “Hollywood”. Karena dunia telah mengakui betapa hebatnya mereka membuat adegan film dengan skala teknologi animasi yang utra-canggih. Tapi kini, harusnya kita mulai membuka mata bahwa hasil karya mereka tercipta bukan tanpa maksud, film yang mereka ciptakan bukan terlahir di atas awang-awang semata, dan skenario yang mereka garap tercipta bukan by accident tapi by-design. Read the rest of this entry