Diposkan pada Al Islam, Motivasi, Muslimah

Aku Wanita Mujahidah Sejati..

Aku Wanita Mujahidah Sejati..
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki  yang berjihad,
Bilakah kan datang seorang peminang menghampiriku mengajak untuk berjihad
Kelak ku akan pergi mendampinginya  di bumi Jihad

Aku telah bersiap sedia dengan semua syarat yang diajukannya
Cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah Lanjutkan membaca “Aku Wanita Mujahidah Sejati..”

Diposkan pada Al Islam, Motivasi, Muslimah, Nasihat, Renungan

Surat Kepada Calon isteriku [ Kepada Para Muslimah]

Bismillahirrahmanirrahim 

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasihani Assolatuwassalam Rasulillah Selawat dan Salam buat Nabi Muhammad saw, Pembawa Rahmat Seluruh Alam… Salam sejahtera buat calon zaujahku yang dihijab pertemuan olehNya sehingga detik kita disatukan dengan lafaz ijab bersaksi qabul berwali. Semoga langkahmu tangkas dengan semangat juang Islam. Walau apapun yang kita lakukan, dasarilah ia dengan memohon keredhaanNya supaya setiap langkah itu beroleh keberkatan.

Ya Allah, gembirakanlah aku dengan redhaMu Kukira untaian doa srikandi iman, Nafisah binti Hasan bin Zaid bin Hasan bin Ali bin Abu Thalib ini mampu menyuburkan hatimu dengan Nur KasihNya. “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang.(Ar-Rum: 21) Telah dikhabarkan bahawa engkau adalah calon yang sekufu untukku, bakal menjadi peneman solehah bersamaku merentas becaknya denai-denai perjuangan Islam ini. InsyaAllah. Kesesuaian ini telah kupohon dalam setiap doaku padaNya, dalam setiap sujudku, dalam setiap ibadah hajat dan istikharahku selama ini. Tanpa jemu walaupun pertemuan itu masih dirahsiakan. Lanjutkan membaca “Surat Kepada Calon isteriku [ Kepada Para Muslimah]”

Diposkan pada Al Islam, Motivasi, Muslimah, Nasihat, Renungan

Aku Tidak Fanatik

Jubahku memang hitam
di tambah pula dengan purdah ala orang arab
ya… itulah aku
Kalau dengan orang lain
aku berbicara seadanya
dan pandai nak banyak kata.

Ilmuku tidak tinggi melangit
tapi aku tau diri untuk terus mencari dan menggali
letaknya khazanah Allah -Ilmu- yang semakin pupus

Aku berbicara dengan apa yang ku ketahui
terserah ada yang mau menerima atau menolak
kerana gaya bicaraku yang kurang menarik
dan aku juga tidak tertarik
maka aku serahkan semuanya pada Allah
kan Rasulullah bersabda
“Sampaikanlah walaupun 1 ayat…” Lanjutkan membaca “Aku Tidak Fanatik”

Diposkan pada Al Islam, Dakwah, Muslimah, Nasihat

Ilaa Ukhtina Habibah

Ingin kami ucapkan beberapa kalimat kepadamu ukhti. Lewat surat ini, dari kami yang berada di bawah desingan peluru musuh dan gelegar ledakan roket, juga dari kami yang kini terpaksa meringkuk di balik jeruji besi hanya karena kami menyatakan bahwa “Tuhan Kami Adalah Allah”, untukmu Ukhti Muslimah… karena kau adalah permata. Kau juga perhiasan mulia yang melengkapi keindahan ajaran Nabi Shalallahu “Alahi Wasallam. Beberapa kalimat yang kami tulus keluar dari lubuk hati kami sebagai saudara yang bersama melaju ke arah yang satu. Demi menyelamatkanmu dari cakaran manusia serigala berbulu domba. Lanjutkan membaca “Ilaa Ukhtina Habibah”

Diposkan pada Akhlaq, Al Islam, Muslimah

Mengintip Kisah Kehidupan Shafiyyah Binti Abdul Muthallib

Beliau adalah Bibi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Nama beliau adalah Shafiyyah binti Abdul Muththalib bin Hisyam bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab Al Qurasyiyah Al Hasyimiyah. Selain bibi dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau adalah saudari dari singa Allah Hamzah Bin Abdul Muththalib serta ia adalah ibu dari sahabat yang agung Zubeir bin Awwam.

Wanita yang Pintar Serta Perkasa

Shafiyyah fasih dalam lisannya dan beliau juga ahli bahasa. Tidak hanya itu saja Shafiyyah sosok ibu yang tangguh, beliau merawat dan membesarkan putranya sendiri semenjak suaminya wafat. Ia tak pernah gentar, ia adalah wanita yang memiliki tekad besar yang teguh dan memiliki berbagai prinsip luar biasa.

Tak hanya itu saja, bahkan beliau ikut dalam perang Uhud. Shafiyyah ikut mengobati tentara yang terluka dan memberi minum kepada mereka yang kehausan. Ketika kekalahan dan musibah menimpa kaum muslimin, mereka berhamburan dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan serangan secara terbuka dari kaum musyrikin. Pada saat seperti itu Shafiyyah bangkit dengan kemarahannya dan ditangannya tergenggam sebuah tombak lalu ia berdiri di hadapan kaum muslimin yang kalah dan ia berteriak kepada mereka, Lanjutkan membaca “Mengintip Kisah Kehidupan Shafiyyah Binti Abdul Muthallib”

Diposkan pada Akhlaq, Al Islam, Dakwah, Muslimah

Jadilah BIDADARIKU di DUNIA dan AKHIRAT

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Saat Hati ini mulai terarah dengan bisikan Naluri …
Ku mencoba untuk selalu menetap dalam satu pendirianku …
Kelak aku ingin mendapatkan sang pujaan hati untuk mengisi hidupku …
Dia adalah Wanita Sholeha yang Taat Pada ALLOH Rasul-Nya dan Suami-nya….

Tak Pernah tepikirkan untuk bertemu dengan mu …
Yang pasti aku akan terus Berdoa dan Berusaha untuk tujuanku ini …
Dalam tatapanku yang kosong ku temukan sebuah Cahaya yang terang …
Cahaya yang mengajak aku untuk berusaha untuk menggapainya … Lanjutkan membaca “Jadilah BIDADARIKU di DUNIA dan AKHIRAT”

Diposkan pada Jendela Keluarga, Muslimah

Kisah cinta Kartosoewirjo: Dewi Siti Kaltsum, sosok wanita tegar di balik Sang Imam

Di balik pasangan yang hebat ada cinta yang kuat. Mungkin itulah kalimat yang pas bagi pasangan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo dan Dewi Siti Kaltsum. Dua sejoli yang mengalami pasang surut dalam penegakan Darul Islam puluhan tahun silam. Kisahnya menjadi epik bagi anak cucu Islam kelak puluhan tahun mendatang. Iya sebuah cerita cinta dari Malangbong, Garut, Jawa Barat, untuk cahaya Islam di bumi Indonesia.

Perkenalan Kartosoewirjo dengan Dewi Siti Kaltsum terjadi saat pimpinan Darul Islam tersebut tengah mampir ke Malangbong, Garut, tahun 1928. Kebetulan Ayahanda Dewi adalah Ardiwisastra, salah seorang Ulama, Ajengan, dan Tokoh Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) ternama di Garut. Niat Kartosoewirjo menyambangi kediaman Ardiwisastra semata-mata mengumpukan dana bagi keberangkatan KH. Agoes Salim ke Belanda demi berdiplomasi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Dewi, kembang Malangbong yang kala itu tengah mengarungi masa dewasa, melihat sosok laki-laki yang berbeda mengetuk pintu rumahnya. “Siapa ia?” tanya Dewi dalam hatinya. Laki-laki itu bagi Dewi tidak seperti laki-laki pada umumnya. Kartosoewirjo pandai bicara, namun bukan gombal. Pengetahuannya tentang Islam pun tidak datar. Orang yang mendatangi ayahnya pasti bukan orang sembarangan. Lanjutkan membaca “Kisah cinta Kartosoewirjo: Dewi Siti Kaltsum, sosok wanita tegar di balik Sang Imam”