Diposkan pada Renungan

Hati Kita Allah Yang Pegang. Maka Ikhlas kan Hati

ikhlasMungkin boleh disamakan macam berperasaan. katakanlah ada seorang yang kita suka, bila dia sedih, kita jadi tempat dia berkongsi kesedihan. kita pun bagi semangat pada dia, kita pun jaga hati dia baik-baik. bila dia dah kembali bersemangat, dah kembali ceria, kembali tenang, tiba-tiba suatu hari, dia jatuh cinta pada orang lain.

kecewa tak? mesti kecewa sikit. mesti marah sikit. mesti sedih banyak. kenapa aku yang susah payah jaga perasaan dia, orang lain yang dapat meraih cinta dia? Lanjutkan membaca “Hati Kita Allah Yang Pegang. Maka Ikhlas kan Hati”

Diposkan pada Kisah Penuh Hikmah, Semanis Cinta

Pengorbanan Cinta Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu

4Alangkah bahagianya bila kita dapat menikahi seseorang yang kita cintai. Namun, bagaimana bila seseorang yang kita cintai pada takdir yang ditetapkan-Nya harus menikah dengan orang lain atau bahkan sahabat kita sendiri. Hal ini bukan cerita dongeng, pengorbanan demikian pernah dialami oleh salah seorang sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, ia adalah Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu. Cintanya harus dikorbankan untuk saudaranya yang ia cintai karena Allah.

*** Lanjutkan membaca “Pengorbanan Cinta Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu”

Diposkan pada Ikhwan, Jendela Keluarga, Semanis Cinta, Syabab

Suami Penuh Cinta…

Suami Penuh Cinta…Apabila datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu ridhoi agama dan akhlaknya maka nikahkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah di muka bumidan kerusakan yang besar. (HR. At Tirmidzi dan Ahmad).
Jalan hidup ini, menyadarkanku bahwa sebenarnya kita tengah menjalani takdir-Nya. Bahwa apa dan bagaimanapun rencana tersusun matang, semua tidak akan berlaku tanpa izin dan kehendak-Nya. Seperti yang terjadi padaku… Lanjutkan membaca “Suami Penuh Cinta…”
Diposkan pada Al Islam, Tarbiyah

Hukum Islam Tentang Kontrasepsi

Hukum Islam Tentang KontrasepsiMasalah keluarga berencana atau mengatur/mengendalikan kelahiran berbeda sekali dengan masalah kontrasepsi. Mengenai masalah mengatur kelahiran, hal tersebut bertentangan dengan memperbanyak keturunan, di mana memperbanyak keturunan dianjurkan sekali dalam Islam. Allah Subhanahu Wata’ala telah menganjurkan kepada kita untuk meningkatkan angka kelahiran (memperbanyak keturunan), bukannya mengatur atau mengendalikannya, yaitu dengan cara atau membatasi kelahiran. Lanjutkan membaca “Hukum Islam Tentang Kontrasepsi”
Diposkan pada Kisah Penuh Hikmah, Syabab

Lamaran Dari Seorang Bujang Lapuk

Lamaran Dari Seorang Bujang LapukPada tahun 1047 H, ketika melakukan suatu tugas pekerjaan saya bertemu dengan seorang lelaki. Tugas itu memakan waktu lebih dari sebulan.oleh karena itu,terjadilah suatu persahabatan yang akrab diantara kami berdua. Suatu ketika aku bertanya kepadanya, “Temanku yang terhormat,aku tahu kamu belum menikah,padahal umurmu sekarang hampir 40 tahun. Kenapa kamu mesti terlambat menikah. Orang sepertimu pasti mengetahu manfaat-manfaat yang banyak dari menikah..?” Lanjutkan membaca “Lamaran Dari Seorang Bujang Lapuk”
Diposkan pada Muslimah

Wanita Dahulu dan Sekarang

Wanita Dahulu dan SekarangAllah SWT menciptakan makhuknya berpasang-pasangan. Di antara makhluknya yang paling indah dan sempurna adalah manusia. Allah SWT juga telah menurunkan petunjuknya yang paling sempurna. Sehingga, bila manusia menerima dan mengamalkan petunjuk itu, betapa indahnya manusia itu. Sebaliknya, bila ia menolaknya, betapa rendah dan jeleknya manusia itu, bahkan Al-Qur’an menyebutnya lebih hina dari binatang. Lanjutkan membaca “Wanita Dahulu dan Sekarang”
Diposkan pada Goresan Tangan, Kisah Penuh Hikmah, Muhasabah

Maafkan Aku Murid-Muridku..

Maafkan Aku Murid-Muridku..

Ilustrasi

Sudah bukan rahasia lagi jika dalam alam kapitalistik ini sistem pendidikan kita tak ubahnya seperti pabrik yang memproduksi sarjana robot yang kelak hanya mampu mengisi kekosongan sekrup-sekrup mesin industri dan sederet infrastruktur pendukungnya. Yang dingin, mati rasa, dan materialistik. Kurikulum yang seharusnya dibuat berdasarkan kondisi murid, namun yang terjadi adalah kebalikannya, kondisi murid yang harus menyesuaikan kurikulum. Bakat, minat, dan kemampuan murid cenderung dipukul rata, seperti mencetak batu bata. Namun, alhamdulillah, selalu ada segaris cahaya perak ditengah kabut yang menyelimuti. Berikut sebuah kisah yang dituturkan seorang praktisi dan konselor pendidikan, Bapak Munif Chatib dalam sebuah seminarnya; Lanjutkan membaca “Maafkan Aku Murid-Muridku..”