Diposkan pada Al Islam, Dakwah, Goresan Tangan, Kisah Penuh Hikmah

SYARIFUDDIN KHALIFAH KINI DEWASA, BAYI AJAIB NON-MUSLIM AFRIKA

Kembali mengingat peristiwa tahun 90-an, dunia saat itu gempar dengan berita besar seorang bayi berumur 2 bulan dari keluarga Katholik di Afrika yang menolak dibaptis. “Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Ayah dan ibunya, Domisia-Francis, pun bingung. Kemudian didatangkan seorang pendeta untuk berbicara kepada bayinya itu: “Are You Yesus?” (Apakah kamu Yesus?).

Kemudian dengan tenang sang bayi Syarifuddin menjawab: “No, I’m not Yesus. I’m created by God. God, The same God who created Jesus” (Tidak, aku bukan Yesus. Aku diciptakan oleh Tuhan, Tuhan yang sama dengan yang menciptakan Yesus). Saat itu ribuan umat Kristen di Tanzania dan sekitarnya dipimpin bocah ajaib itu mengucapkan dua kalimat syahadat. Lanjutkan membaca “SYARIFUDDIN KHALIFAH KINI DEWASA, BAYI AJAIB NON-MUSLIM AFRIKA”

Diposkan pada Kisah Penuh Hikmah, Muslimah

Bukan Permata Biasa


Foto: | Bukan Permata BiasaDi Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu' berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya.Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta'jub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa 'Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama'a bainakuma fii khairin' mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangun mimpi-mimpinya. Dimana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya.Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Oh…segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah 'ala kulli halin. "Ya bagaimanapun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban."Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. "Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku." Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, "Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini." Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah ta'ala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang.Sang suami menuturkan, "Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyu'annya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku."Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Qur'an yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya.Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyuan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya.Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup.Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi da'i besar di kota Madinah.Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan "bukan permata biasa". (Ummu Asyrof dari kumpulan kisah nyata, Abdur Razak bin Al Mubarak)Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.

Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya. Lanjutkan membaca “Bukan Permata Biasa”

Diposkan pada Kisah Penuh Hikmah

Petualangan Bocah Madobag Loloskan Diri dari Perbudakan Mandor Jahanam

MENTAWAI (voa-islam.com) – ‘’Ustadz, saya sekarang boleh masuk masjid ya, saya sudah Islam,’’ ujar Liliuk (13) kepada Ustadz Mahmud di Masjid Al Ikhwah Madobag, Mentawai, belum lama ini.

‘’Oya? Alhamdulillah, ayo, ayo,’’ sambut Mahmud, da’i Dewan Da’wah, dengan gembira. Lanjutkan membaca “Petualangan Bocah Madobag Loloskan Diri dari Perbudakan Mandor Jahanam”

Diposkan pada Kisah Penuh Hikmah, Semanis Cinta

Pengorbanan Cinta Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu

4Alangkah bahagianya bila kita dapat menikahi seseorang yang kita cintai. Namun, bagaimana bila seseorang yang kita cintai pada takdir yang ditetapkan-Nya harus menikah dengan orang lain atau bahkan sahabat kita sendiri. Hal ini bukan cerita dongeng, pengorbanan demikian pernah dialami oleh salah seorang sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, ia adalah Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu. Cintanya harus dikorbankan untuk saudaranya yang ia cintai karena Allah.

*** Lanjutkan membaca “Pengorbanan Cinta Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhu”

Diposkan pada Kisah Penuh Hikmah, Syabab

Lamaran Dari Seorang Bujang Lapuk

Lamaran Dari Seorang Bujang LapukPada tahun 1047 H, ketika melakukan suatu tugas pekerjaan saya bertemu dengan seorang lelaki. Tugas itu memakan waktu lebih dari sebulan.oleh karena itu,terjadilah suatu persahabatan yang akrab diantara kami berdua. Suatu ketika aku bertanya kepadanya, “Temanku yang terhormat,aku tahu kamu belum menikah,padahal umurmu sekarang hampir 40 tahun. Kenapa kamu mesti terlambat menikah. Orang sepertimu pasti mengetahu manfaat-manfaat yang banyak dari menikah..?” Lanjutkan membaca “Lamaran Dari Seorang Bujang Lapuk”
Diposkan pada Goresan Tangan, Kisah Penuh Hikmah, Muhasabah

Maafkan Aku Murid-Muridku..

Maafkan Aku Murid-Muridku..

Ilustrasi

Sudah bukan rahasia lagi jika dalam alam kapitalistik ini sistem pendidikan kita tak ubahnya seperti pabrik yang memproduksi sarjana robot yang kelak hanya mampu mengisi kekosongan sekrup-sekrup mesin industri dan sederet infrastruktur pendukungnya. Yang dingin, mati rasa, dan materialistik. Kurikulum yang seharusnya dibuat berdasarkan kondisi murid, namun yang terjadi adalah kebalikannya, kondisi murid yang harus menyesuaikan kurikulum. Bakat, minat, dan kemampuan murid cenderung dipukul rata, seperti mencetak batu bata. Namun, alhamdulillah, selalu ada segaris cahaya perak ditengah kabut yang menyelimuti. Berikut sebuah kisah yang dituturkan seorang praktisi dan konselor pendidikan, Bapak Munif Chatib dalam sebuah seminarnya; Lanjutkan membaca “Maafkan Aku Murid-Muridku..”

Diposkan pada Kisah Penuh Hikmah, Muslimah

Aku Ingin Menjadi Istri Seorang Mujahid

Sebut saja namanya fulanah binti fulan, dia adalah seorang wanita yang kira-kira 17 tahun lamanya telah hidup menjand. Perkawinan dengan seorang laki-laki nasrani yang sempat menjadi tambatan hatinya kandas dan berakhir dengan perceraian, padahal buah cinta dari pernikahan tersebut telah melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama ghulam, di mana pada saat itu si kecil masih sangat membutuhkan kasih sayang dari keduanya. Namun perceraian tak bisa di hindari lagi, fulanah tetap memutuskan untuk berpisah dari suaminya itu.

Setelah proses perceraian selesai, fulanah pun pergi meninggalkan kotanya, sebuah kota yang telah menjadi saksi suka dukanya selama ini, di pergi mengarungi samudera melalui selat meninggalkan pulau sumatera menuju ke salah satu tempat yang ada di daerah kota bandung. Lanjutkan membaca “Aku Ingin Menjadi Istri Seorang Mujahid”

Diposkan pada Citizens Jurnalism, Goresan Tangan, Kisah Penuh Hikmah

Kesaksian Sandrina Malakiano | Mantan Penyiar MetroTV Terkait Jilbab

(Muslimpress) – SEJAK memutuskan untuk berjilbab, sosok Sandrina Malakiano tak lagi membawakan berita, Ia menghilang. Metro TV tempat ia bekerja dikecam karena melarang Sandrina Malakiano mengenakan jilbab pada saat siaran, meskipun Sandrina sudah memperjuangkannya selama berbulan-bulan dengan mengajak jajaran pimpinan level atas Metro TV berdiskusi panjang. Larangan inilah, alasan Sandrina keluar dari Metro TV. Lanjutkan membaca “Kesaksian Sandrina Malakiano | Mantan Penyiar MetroTV Terkait Jilbab”

Diposkan pada Kisah Penuh Hikmah

Si Buta Meraba Matahari

Sebuah kisah seorang anak kecil yang semenjak lahir buta kedua – dua belah mata. Dia  tidak tahu sama sekali bentuk matahari, biasanya dia hanya mendengar orang lain berkata,” Matahari, matahari !”. Oleh sebab itu dia bertanya kepada orang lain bagaimana bentuk matahari itu.

Pada suatu hari, si  buta kecil itu bertemu dengan seseorang, lalu dia bertanya pada orang ini, “Bolehkah kau jelaskan padaku bagaimana bentuk matahari itu?

Lalu orang ini berkata,“Bentuk matahari seperti bola, tetapi besar !” dan orang itu memukul-mukul bola, dan berkata, ” Dug..dug..dug..seperti inilah bentuk matahari “. Setelah mendengar bunyi itu, si buta kecil mengingati baik-baik dalam hati. Sambil berfikir dan berkata, ” Oh, rupanya matahari seperti ini ya..”

Beberapa waktu kemudian, ketika si buta kecil berjalan-jalan dia mendengar  bunyi, ” Dug..dug..dug…” Lanjutkan membaca “Si Buta Meraba Matahari”