Diposkan pada Al Islam, Dakwah, Goresan Tangan, Kisah Penuh Hikmah

SYARIFUDDIN KHALIFAH KINI DEWASA, BAYI AJAIB NON-MUSLIM AFRIKA

Kembali mengingat peristiwa tahun 90-an, dunia saat itu gempar dengan berita besar seorang bayi berumur 2 bulan dari keluarga Katholik di Afrika yang menolak dibaptis. “Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Ayah dan ibunya, Domisia-Francis, pun bingung. Kemudian didatangkan seorang pendeta untuk berbicara kepada bayinya itu: “Are You Yesus?” (Apakah kamu Yesus?).

Kemudian dengan tenang sang bayi Syarifuddin menjawab: “No, I’m not Yesus. I’m created by God. God, The same God who created Jesus” (Tidak, aku bukan Yesus. Aku diciptakan oleh Tuhan, Tuhan yang sama dengan yang menciptakan Yesus). Saat itu ribuan umat Kristen di Tanzania dan sekitarnya dipimpin bocah ajaib itu mengucapkan dua kalimat syahadat. Lanjutkan membaca “SYARIFUDDIN KHALIFAH KINI DEWASA, BAYI AJAIB NON-MUSLIM AFRIKA”

Diposkan pada Al Islam, Dakwah

Yang Shahih Ta’lim Dulu atau Ta’lim Sambil Berdakwah?

muslimah-dakwahApakah generasi para shahabat melakukan tarbiyyah dan tashfiyyah dulu sampai mencapai derajat ulama, baru kemudian berdakwah dan berjihad, ataukah mereka melakukan tarbiyyah dan tashfiyyah sambil langsung berdakwah dan berjihad?

Ikhwah wa akhawat fiLLAH rahimakumuLLAH,

Salah satu klaim yang disampaikan oleh sebagian orang yang terlalu bersemangat dan selalu ‘asbed’ (asal beda) dengan kelompok-kelompok dakwah yang lain, adalah bahwa generasi Salaf itu melakukan tarbiyyah & tashfiyyah dulu, barulah setelah mereka berilmu maka barulah mereka boleh berjihad atau melakukan amal-amal politik, jadi -menurut mereka- kelompok yang sekarang sibuk tarbiyyah sambil berpolitik itu dicap sebagai mukhalifus-sunnah (berbeda dengan sunnah).. Lanjutkan membaca “Yang Shahih Ta’lim Dulu atau Ta’lim Sambil Berdakwah?”

Diposkan pada Akhlaq, Al Islam, Daily Do'a, Muhasabah

Munajat Hamba Meraih Cinta

Bismillahirrahmanirrahim.. Alhamdulillah syukur ke hadrat Illahi.

Di saat ini, aku meninggalkan bantal yang empuk dan katil yang tersergam kemasnya. Aku berkorban untuk merasai semua itu kerana aku menantikan sesuatu perkara yang lebih indah dan menenangkan hati.

Di saat manusia lain lena dibuai mimpi, aku tidak dapat melelapkan mata. Sangat rugi jika aku tidak merebut peluang ini. Alhamdulillah, Allah beriku kekuatan agar tidak mudah termakan dengan godaan syaitan.

Aku melangkah menuju ke bilik air yang berdekatan. Wudhuk ku ratakan dan sempurnakan. Hanya untuk Mu Ya Allah. Aku ingin sentiasa berada di sampingMu kerana aku mahu mengingatinya walau apa juga keadaan dan situasiku. Samada suka dan duka, aku ingin Allah sentiasa bersamaku. Dan aku pasti, Allah tetap tidak pernah sesaat pun jauh dari hamba-hambaNya. Lanjutkan membaca “Munajat Hamba Meraih Cinta”

Diposkan pada Al Islam, Dakwah, Motivasi

Di Jalan Dakwah Aku Menikah

‘Atribute’ yang diberikan Islam kepada kita, salah satunya adalah “dai ilallah”. Kita dituntut untuk merealisasikan dakwah dalam seluruh kehidupan kita. Setiap langkah kita sesungguhnya adalah dakwah kepada Allah, oleh sebab itulah Islam terkhabarkan kepada masyarakat. Bukankah dakwah bermakna mengajak manusia merealisasikan ajaran-ajaran Allah dalam kehidupan seharian? Sudah selayaknya kita sebagai pelaku menunaikannya buat pertama kali, sebelum mengajak kepada orang lain.

Pernikahan akan bersifat dakwah apabila dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Islam dan menimbang berbagai kemaslahatan dakwah dalam setiap langkahnya. Dalam memilih jodoh, dipilihkan pasangan hidup yang bernilai optimal bagi dakwah. Dalam menentukan siapa calon jodoh tersebut, dipertimbangkan pula kemaslahatan secara lebih luas. selain kriteria umum sebagaimana tuntutan fikah Islam, pertimbangan lainnya ialah; Lanjutkan membaca “Di Jalan Dakwah Aku Menikah”

Diposkan pada Al Islam, Dakwah

Dunia Pertama Akhirat Utama

Riak muka melambangkan reaksinya. Serba tidak kena. Seperti banyak yang ingin diluahkan.

“Kadang-kadang aku peliklah”. Katanya, ringkas.

“Kenapa?”

“Orang kita ni, senang betul nak berjaga malam. Tapi bukan untuk buat qiamullail, tapi berjaga malam untuk tengok bola.”

Aku tersentap. Tak sangka juga dia berkeinginan untuk memperkatakan sedemikian, kerana dia juga antara peminat fanatik bola sepak. Aku meneguk semula air teh ais yang dibeli. Lanjutkan membaca “Dunia Pertama Akhirat Utama”

Diposkan pada Al Islam, Dakwah, Jendela Keluarga

Indahnya Menikah dan Berumah Tangga di Jalan Dakwah

http://2.bp.blogspot.com/-K1OBJkDIC74/T-mLJgxGgCI/AAAAAAAADFQ/MuF0DXpI91M/s1600/pernikahan.jpg
Sahabat semua yang shalih dan shalihah, kembali kugoreskan catatan tentang betapa indahnya menikah di jalan dakwah. Tak terasa, sudah lebih dari 17 tahun mengarungi bahtera rumah tangga. Rasanya baru kemarin gaun pengantin kami kenakan, namun subhanallah tahun sudah kami arungi bahtera rumah tangga ini dengan suka dan duka.

Insya Allah, karena itu kami telah memilih jalan dakwah sebagai jalan hidup kami, maka rasanya lebih banyak suka yang kami alami. Dan memang itulah yang kami rasakan.

Teringat kembali bagaimana dulu, dimasa awal hijrah dan mulai ikut pembinaan diri (tarbiyah). Diriku sempat curhat kepada Ustadzah untuk mencarikan seorang ikhwan yang shalih dan tentu saja mendukung penuh dakwahku nantinya. Lanjutkan membaca “Indahnya Menikah dan Berumah Tangga di Jalan Dakwah”

Diposkan pada Bahaya Syirik, Dakwah

Mau Tau Dukun Berkedok Ulama? Inilah 9 Ciri-Cirinya menurut Ustad K. H. Muhammad Arifin Ilham

Menurut Ustadz Arifin Ilham, sedikitnya ada 9 ciri untuk mengetahui apakah seseorang yang mengaku ustadz, habib, atau ulama, merupakan dukun atau bukan. Dikutip dari blog Metafisis, berikut ini kami paparkan ciri-ciri dukun yang mengaku ulama tersebut.

Dukun akan mengunakan semua cara untuk memperdaya paseinnya, terutama yang sangat awam pengetahuan Syariat Islam, bahkan kalau perlu mengunakan gelar kehormatan ulama, seperti Kiyai, Ustadz, Habib, dan sebagainya. Untuk itu kenalilah dukun berbaju mulia ini, diantaranya: Lanjutkan membaca “Mau Tau Dukun Berkedok Ulama? Inilah 9 Ciri-Cirinya menurut Ustad K. H. Muhammad Arifin Ilham”

Diposkan pada Al Islam, Dakwah, Ikhwan, Muslimah

Ikhwan GANTENG, Partner Sejati Akhwat?

Alangkah indahnya Islam. Kedudukan manusia dinilai dari ketaqwaannya, bukan dari gendernya. Ini adalah strata terbuka sehingga siapa saja berpeluang untuk memasuki strata taqwa.

Ikhwan dan akhwat adalah dua makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbeda. Ikhwan, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan rasionalitasnya karena ia adalah pemimpin bagi kaum hawa. Akhwat, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan sensitivitas perasaannya karena ia akan menjadi ibu dari anak-anaknya.

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. 9: 71) Lanjutkan membaca “Ikhwan GANTENG, Partner Sejati Akhwat?”

Diposkan pada Aqidah, Dakwah, Indonesia

MUI Solo: Tradisi Padusan & Ziarah Jelang Ramadhan Haram!

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo Prof Zainal Arifin Adnan kembali menegaskan bahwa tradisi padusan dan nyadran (ziarah) yang sering dilakukan masyarakat menjelang Ramadhan adalah haram.

“Padusan adalah tradisi yang menyalahi pakem(budaya yang mengikuti ibadah Ramadhan) dan tanpa tuntunan ibadah yang syar’i,” kata Prof Zainal, Selasa (17/07) seperti dilansir JogloSemar.

Menurut Zainal, MUI Solo tidak setuju dengan tradisi yang sudah ada sejak puluhan tahun itu karena tidak sesuai tuntunan ajaran Islam. Padusan tidak pernah ada dalam Islam dan tidak termasuk ibadah. Padusan adalah adat orang Jawa yang sudah berlangsung sejak lama. Lanjutkan membaca “MUI Solo: Tradisi Padusan & Ziarah Jelang Ramadhan Haram!”

Diposkan pada Catatan Islami, Dakwah

Yang laris tapi keliru di bulan Sya’ban (Hadits-hadits lemah dan palsu seputar bulan Sya’ban)

Di tengah masyarakat kita beredar banyak hadits-hadits lemah dan palsu seputar keutamaan ibadah pada bulan Sya’ban. Hadits-hadits tersebut menyebar lewat berbagai cara. Mulai dari ceramah para khathib, tulisan di buku, majalah, situs, blog, jejaring sosial, hingga sms. Berikut ini kami tuliskan contoh kecil dari sebagian hadits lemah dan palsu tersebut  agar diketahui bersama oleh kaum muslimin. Lanjutkan membaca “Yang laris tapi keliru di bulan Sya’ban (Hadits-hadits lemah dan palsu seputar bulan Sya’ban)”