Arsip Blog

Nasihat Rasulullah Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan syiyam dan membaca kitab-Nya.  Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fukara dan masakin.  Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.  Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.  Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih;Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Read the rest of this entry

Beberapa Kesalahan Dalam Menyambut Serta Seputar Bulan Suci Ramadhan

 

      Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi terakhir beserta keluarga dan para sahabatnya.

      Orang sering menyangka bahwa puasa Ramadhan yang ia lakukan sudah sesuai dengan tuntunan syariat Islam, namun kadang ada beberapa hal yang tidak disadarinya bahwa apa yang dilakukannya atau diyakininya ternyata merupakan kesalahan yang dapat mengurangi nilai puasanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala . Berikut beberapa kesalahan yang terjadi dan menyebar di kalangan kaum muslimin dalam berpuasa Ramadhan agar dapat menjadi nasihat dan bekal kita membetulkan kekeliruan yang selama ini terjadi. Kita memohon kepada Allah ta’ala agar menjadikan tulisan ini bermanfaat.

Maha suci Allah, sebaik dan seagung Dzat yang dimintai dan ditujukan harapan Read the rest of this entry

I’tikaf

295945_10150262102080658_175817530657_8161670_5776549_n.jpg (412×278)Oleh : Yahya Abdurrahman
I’tikaf berasal dari kata ‘akafa-ya’kufu wa ya’kifu-‘akf[an] wa ‘ukuuf[an]. I’tikaf secara bahasa artinya al-lubtsu wa al-habsu wa al-mulaazamah (diam, menahan diri dan menetapi) (Imam an Nawawl, aL-Mujmuu’ Syarh al-Muhadzdzab, kitab al-I’tikaaf). I’tikaf juga berarti, luzuum asy-syay’i wa iqbaal ‘alayh (menetapi sesuatu dan menghadap padanya) (Rawwas Qal’ah Ji, Mujam Lughah al-Fuqaha: Muhammad ibn Abi al-Fatah al-Ba’li, al-Muthalli’).
Jadi, secara bahasa i’tikaf adalah luzuum asy-syay’i wa al-ihtibaas fiihi (menetapi sesuatu dan menahan diri di dalamnya), yaitu tidak menyibukkan diri dengan yang lain.
Kata ‘akafa dan bentukannya itu dinyatakan di dalam al-Quran sembilan kali. Tujuh kali di antaranya dalam makna bahasanya itu, yaitu QS al-A’raf [7]: 138; Thaha [20]: 91, 97: al-Anbiya’ [21]: 52; al-Hajj [22]: 25; asy-Syu’ara [26]: 71, dan al-Fath [48]: 25. Dua kali dalam makna syar’i-nya yaitu di QS al-Baqarah [2]: 125 dan 187.

Menghafal Al-Qur’an, Siapa Takut? Inilah 10 Triknya

Oleh: Falah Abu Ghuddah
Mahasiswa Universitas Al-Azhar dan Mahasiswa Akademi Al-‘Asyiroh Al-Muhammadiyah Kairo

Menghafal Al-Qur’an selalu menjadi idaman setiap Muslim, ia juga selalu menjadi batu pertama dalam menempuh perjalanan menuntut ilmu para ulama-ulama kita. Hal ini bisa  kita temukan dalam setiap biografi para pewaris Nabi ini. Di sisi lain, menghafal Al-Qur’an juga menjadi salah satu bagian terpenting dalam berinteraksi dengan kitab pusaka umat Islam, Al-Qur’an.

Banyak sudah tulisan yang memuat trik dan tips menghafal Al-Qur’an, mulai dari zaman para Salafus Shaleh sampai sekarang. Namun ada berapa poin yang kadang kurang dipahami oleh para penghafal Al-Qur’an, ada yang lebih mendahulukan poin-poin sekunder dibanding yang primer, begitu pula ada yang lalai terhadap hal-hal yang primer padahal itu adalah poin yang harus dimiliki oleh para penghafal Al-Qur’an. Read the rest of this entry

10 Malam Terakhir Ramadhan, Sulit Untuk Dilewatkan

Sepuluh  malam terakhir bulan Ramadhan adalah hari yang sangat istimewa.

Hari yang pertama terjadi pada malam menjelang hari ke 21 Ramadhan. Dengan kata lain, malam itu dimulai setelah selesainya 20 hari puasa.

Kadang-kadang hanya ada sembilan malam, setiap kali bulan Ramadan hanya berlangsung selama 29 hari. Namun demikian, secara tradisional kita menyebutnya sebagai “sepuluh malam terakhir”.

Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sangat istimewa. Ini adalah malam yang Nabi Muhammad (saw) menghabiskan dalam ibadah. Di antaranya adalah malam Lailatul-Qadr, malam yang lebih mulia daripada seribu bulan.

Nabi Muhammad (saw) menggunakan masing-masing hari untuk memperkuat ibadah beliau. Dia mengerahkan segala yang ada dalam dirinya untuk ibadah selama sepuluh malam itu melebihi malam-malam yang lain.
Read the rest of this entry