Diposkan pada Akhlaq

Membuang Sifat Dengki Dan Dendam

dendam

Dendam dalam bahasa Arab di sebut hiqid, ialah “Mengandungi permusuhan didalam batin dan menanti-nanti waktu yang terbaik untuk melepaskan dendamnya, menunggu kesempatan yang tepat untuk membalas sakit hati dengan mencelakakan orang yang di dendami“.

Berbahagialah orang yang berlapang dada, berjiwa besar dan pemaaf.

Tidak ada sesuatu  yang menyenangkan dan menyegarkan pandangan mata seseorang, kecuali hidup dengan hati yang bersih dan jiwa yang sihat, bebas dari rasa kebingungan dan bebas dari rasa dendam yang sentiasa menggoda manusia.

Seseorang yang hatinya bersih dan jiwanya sihat ialah mereka yang apabila melihat sesuatu nikmat yang diperoleh orang lain, ia merasa senang dan merasakan kurnia itu ada pula pada dirinya.

Dan apabila ia melihat musibah yang menimpa seseorang hamba Allah, ia merasakan sedihnya dan mengharapkan kepada Allah untuk meringankan  penderitaan dan mengampuni dosanya.

Demikianlah seorang muslim, hendaknya selalu hidup dengan hati yang bersih dan jiwa yang sihat , rela terhadap ketentuan Allah dan terhadap kehidupan.

Jiwanya bebas dari perasaan dengki dan dendam.

Kerana perasaan dengki dan dendam itu merupakan penyakit hati yang dapat merembeskan iman keluar dari hati, sebagaimana merembesnya zat cair dari wadah yang bocor.

Islam sangat memperhatikan kebersihan hati kerana hati yang penuh dengan noda-noda kotoran itu dapat merusak amal soleh, bahkan menghancurkannya.

Sedang hati yang bersih, jernih dan bersinar itu dapat menyuburkan amal dan dorongan semangat untuk meningkatkan amal ibadah dan Allah memberkahi dan memberikan segala kebaikan kepada orang yang hatinya bersih.

Perasaan iri hati kerana orang lain memperoleh nikmat kadangkala dapat menimbulkan khayalan yang bukan-bukan sampai membuat kedustaan. Islam membenci perbuatan demikian dan memperingatkan jangan sampai terjerumus kedalamnya.

Mencegah adanya ketegangan dan permusuhan, menurut Islam merupakan ibadah yang besar, sebagaimana sabda Nabi saw yang ertinya:

“Mahukah aku beritahukan kepadamu perkara yang lebih utama dari puasa, solat dan sedekah?,

Jawab sahabat : “Tentu mahu”.

Sabda Nabi saw: “yaitu mendamaikan di antara kamu, kerana rusaknya perdamaian di antara kamu adalah menjadi pencukur yakni perusak agama”. (HR. Abu Daud danTirmidzi).

Syaitan kadangkala tidak mampu menggoda orang yang pandai untuk menyembah berhala tetapi syaitan sering juga mampu menggoda dan menyesatkan manusia melalui celah-celah pergaulan dengan cara merusak perdamaian diantara mereka itu sendiri, sehingga dengan hawa nafsunya yang tidak terkendali.

Mereka tersesat dan tidak mengetahui hak-hak Tuhannya, bagaikan menyembah berhala.

Di sinilah syaitan mulai menyalakan api permusuhan dihati manusia dan jika api permusuhan itu telah menyala, ia senang melihat api itu membakar manusia dari zaman ke zaman sehingga turut terbakarnya hubungan dan segi-segi keutamaan manusia.

Kita harus mengetahui bahawa manusia itu berbeza tabiat dan wataknya berbeza kecerdasan akal dan daya tangkapnya.

Islam melarang memutuskan hubungan dan berbantah-bantahan.

Memang kita sering merasakan seolah-olah keburukan itu dilemparkan kepada kita, sehingga kita sering tidak mampu mengendalikan perasaan kita yang apabila fikiran kita sempit, maka timbullah niat untuk memutuskan hubungan.

Tetapi Allah tidak rela perbuatan yang demikian. Memutuskan hubungan sesama muslim dilarang, sebagaimana sabda nabi saw yang ertinya:

“Janganlah kamu putus hubungan,belakang membelakangi, benci membenci, hasut menghasut . Hendaknya kamu menjadi hamba Allah yang bersaudara satu sama yang lain (yang muslim) dan tidaklah halal bagi (setiap) muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari”.

(HR. Bukhori dan Muslim).

 

Ringkasnya hendaknya orang-orang yang mempunyai penyakit hati, seperti dengki dan dendam ini selalu ingat bahwa kekuasaan Allah mengatasi segala kekuasaan.

Dan hendaklah ia ingat bahawa harta benda dan kedudukan yang bersifat duniawi itu selamanya tidak kekal. Paling jauh dan lama sepanjang hidupnya saja bahkan mungkin sebelum itu.

Source: http://www.akuislam.com

Iklan

Satu tanggapan untuk “Membuang Sifat Dengki Dan Dendam

  1. Saya ingin terbebas dari benci walaupun hanya satu orang saja yang saya benci di dunia ini dan sulit kayanya menghilangkan kebencian pada orang yang satu ini. Di dalam do’a-ku di setiap terbangun pada tengah malam karena bermimpi tentang orng itu, Ikhlaskanlah hatiku telah disakiti olehnya y Allah….. Entah kenapa Allah blm sj mempermudah kelapangan hati ini, malah kebahagiaan yang terjadi pada hidup orang yang telah menyakitiku ini…. Menambah perasaan tidak adilnya Allah kepadaku. Ya Allah, jangan kikis imanku kepada-Mu……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s