Diposkan pada Muslimah

Muslimah Nafas Keluarga

Ada yang bilang di balik laki-laki hebat ada istri yang super, di balik anak pandai ada ibu yang cerdas.

Benarkah ungkapan itu?

Ternyata kalimat di atas bukan isapan jempol lho. Seorang Muslimah bila telah berkeluarga ternyata memiliki posisi dan kedudukan yang teramat sangat penting. Karena seorang ibu atau istri pasti memiliki aktivitas yang selalu terikat dengan anggota keluarga yang lain.

Inilah hebatnya sahabat Muslimah. Bukan hanya dituntut mampu memenuhi dan menyelesaikan kebutuhan pribadi, namun harus menyelesaikan aktivitas yang dibutuhkan seluruh anggota keluarga.

Sahabat Muslimah memiliki kewajiban yang tidak bisa dijadikan pekerjaan paruh waktu, karena ini semua mengikat pribadi menyangkut predikat sebagai seorang Muslimah dan sebagai seorang ibu atau istri.

Kewajiban itu adalah :

1. Beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Kewajiban beribadahnya seorang Muslimah tidak ada yang beda dengan kaum adam.

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

“Tetaplah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah bertabarruj sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliyah yang pertama. Tegakkanlah shalat, tunaikan zakat, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya.” (Al Ahzab: 33)

Sebagaimana yang kita fahami bersama bahwa gerak seorang Muslimah dalam syari’ah sangat dijaga, sehingga banyak amalan yang mampu dilakukan kaum Adam namun tak mudah dilakukan oleh sahabat Muslimah. Mungkin karena terikat dengan waktu dan kedudukan. Sahabat Muslimah kan tidak bisa keluar rumah kapan saja, juga tidak bisa pula berbicara atau ketemu dengan siapa saja.

Sehingga seolah-olah kalau sahabat Muslimah jika ingin mengejar kebaikan atau pahala yang dilakuan kaum Adam kok sangat tidak mungkin ya…

Ternyata anggapan itu salah besar sahabat Muslimah. Alloh maha adil, Allah pula zat yang paling memahami atas semua hambanya, sehingga tidak mungkin Allah dholim terhadap hambanya.

Satu hari seorang perempuan datang memohon nasehat pada Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam. Nabi menanyakan apakah dia memiliki suami, dan perempuan itu mengiyakan. Kemudian Nabi menanyakan apakah dia melayani suaminya. Perempuan itu menjawab dia melakukan apa yang bisa dia lakukan. Kemudian Nabi berkata pada perempuan tersebut: “Engkau sama dekatnya dengan Surga dan sama jauhnya dari Neraka sebagaimana dekatnya engkau dalam melayani suamimu”, dan dalam riwayat lain “suamimu adalah Surgamu atau Nerakamu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Subhanallah, ternyata begitu indah dan adilnya syati’atmu Ya Alloh. Disaat Allah membatasi sebagaian namun  Alah memberikan jalan keluar yang jauh lebih mudah. Disaat sahabat Muslimah selalu mendukug dan mend’akan apa yang dilakuan suami maka akan mendapatkan kebaikannya juga tanpa mengurangi kenaikan yang didapatkan suami.

Sungguh benar Alloh dengan firmannya

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا  (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6)

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Ash- Shahr : 5-6

Berarti cukup mudah bagi sahabat Muslimah jika ingin menggapai kemuliaan yang Alloh janjikan untuk kaum Adam. Ini bukan jalan tikus, juga bukan jalan bebas hambatan yang harus membayar bila melewatinya. Tapi ini jalan khusus berhiaskan karpet merah dengan rambu ta’at sabar dan istiqomah.

2. Di sisi lain sahabat Muslimah juga memiliki kewajiban kepada suami, anak dan harta suaminya.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم؛ أَنَّهُ قَالَ : أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ. وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. فَاْلأَمِيْرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ، وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْهُمْ. وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ، وَهِيَ مَسْئُوْلَةٌ عَنْهُمْ. وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ، وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْهُ. أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ. وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ  )اخرجه البخارى(

Hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu:

Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam bahwa beliau bersabda: Ketahuilah! Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin. Seorang raja yang memimpin rakyat adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin anggota keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka. Seorang istri juga pemimpin bagi rumah suaminya anak-anak suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Ingatlah! Masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya (H.R Bukhori)

Sahabat Muslimah, poin inilah yang menjadikan sahabat Muslimah memiliki ikatan kuat dengan anggota keluarga yang lain, bahkan mungkin menjadi nafas satu keluarga.

Jangan heran jika suami mau pakai pakaian tanya, mau makan tanya, bahkan mau mandi anduknya pun Nanya. Sang anak pun tak mau ketinggalan, bahkan lebih manja dari suami tambah sarapan minta di suapi lagi.

Salahkah ini? Tidak…

Karena sesungguhnya inilah pintu barokah, pintu kebaikan dan pintu pahala yang Allah sediakan untuk sahabat Muslimah. Pintu ini tidak mungkin digapai yang lain.

Bayangkan apa yang terjadi bila sahabat Muslimah salah membagi waktu dan  prioritas. Yang seharusnya sudah selesai memasak ee… malah mencuci dulu, yang seharusnya hidangan sarapan harus sudah di meja makan, Ie…ternyata belum siap. Suami akan terlambat bekerja, anak akan terlambat sekolah.

Coba perhatikan kebanyakan keluarga di waktu pagi. Heboh kan?

Sahabat Muslimah telah bangun sebelum mereka bangun, sahabat Muslimah bekerja saat mereka keluar rumah dan sahabat Muslimah pun tetap memberikan perhatian saat mereka pulang.

Sahabat Muslimah sesungguhnya ahli kurban sejati, tak terbatas jarak, pun tak terbatas waktu.

Inilah yang menjadikan sahabat Muslimah mendapatkan janji yang luar biasa dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Subhanallah begitu adilnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala. begitu indahnya syari’ah Allah Subhanahu wa Ta’ala. karena sahabat Muslimah telah sibuk dengan aktivitas di rumah dari dapur sampai halaman depan tak terewatkan jemuran. Disaat menjalankan itu semua dengan ikhlas, maka hakekatya sahabat Muslimah telah mendapakan dua kebaikan.

Pertama kebaikan yang dilakukan sendiri dengan bertanggung jawab atas rumah dan anak-anaknya.

Kedua pahala yang dilakukan suami saat meninggalkan rumah.

Subhanallah…

Ternyata jadi sahabat Muslimah meguntungkan ya…. (ukhwatuna/voa-islam)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s