Diposkan pada Opini

Miss World; Simbol Degradasi Akidah

MuslimDaily.net – Rencananya puncak acara perhelatan Miss World 2013 akan digelar di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jabar, pada 28 September 2013. Acara ini mendapatkan dukungan dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Beliau mengatakan “Ajang Miss World ini berbeda dengan ajang sejenis lainnya karena saat puncak acara tidak menggunakan bikini, Insya Allah lebih sopan,” (antaranews, 4/4/2013).

Pernyataan ini langsung mendapat respon dari berbagai kalangan. Khusunya masyarakat Jawa Barat. Bagaimana tidak, kontes kecantikan yang lebih mempertontonkan aurat ini diberikan izin untuk dilaksanakan di daerah yang mayoritas Islam. Sungguh ironis, jika pemberian izin hanya didasarkan pada konsep acara yang sopan, tanpa bikini, dan hanya akan mengedepankan sisi keramahan bangsa.

Masalahnya, bukan pada “bikini” saja.  Tetapi ini sudah menyangkut dengan akidah umat. Di mana harga diri bangsa di pentas dunia? Apakah dengan mengikuti ajang kecantikan wanita sejagat akan diperhitungkan? Lantas patutkah kita bangga jika bangsa ini harus menggadaikan akidah hanya untuk kepentingan popularitas?

Selain itu, sudah jelas bahwa kontes wanita cantik sejagat ini tidak terlepas dari urusan bisnis. Mulai dari urusan fashion, food, hingga event organizernya. Tentu saja semua itu akan membawa keuntungan yang sangat besar. Bahkan di dalamnya tidak dapat dilepaskan dari unsur sex komoditi yang secara terbuka dipasarkan. Sehingga jelas bagi umat Islam untuk menolak acara ini. Apalagi Islam telah mengatur etika hidup perempuan. Bagaimana cara bersikap dan berbusana. Seperti dalam surat An-Nur ayat 31: “Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kerudungnya ke dadanya”.

Sudah jelas bagi muslimah bahwa sikap dan busana telah diatur sedemikian rupa oleh Allah SWT. Muslimah tidak diperbolehkan membuka aurat. Aapalagi dengan dipertontonkan ke publik. Hal itu hanya akan membuat rendah martabat perempuan. Tidak ada lagi harga diri dalam pribadi-pribadi perempuan. Apalagi jika mengkuti kontes wanita cantik sejagat hanya karena ingin populer atau karena materi semata. Rela menjual tubuhnya yang semestinya dijaga, hanya karena kepentingan sesaat. Begitu rendahnya harga kecantikan seorang perempuan. Inilah cermin kebebasan hidup zaman sekarang. Di mana orang sudah tidak lagi memperhatikan norma-norma agama. Orang semakin bebas melaksanakan apa yang ia kehendaki walau harus berbenturan dengan nilai religius. Orang sudah tidak memperdulikan adanya Tuhan. Tidak memperdulikan adanya balasan di hari pembalasan. Agama sudah lama hilang. Tuhan telah lama dimarginalkan dalam hatinya. Yang ada hanya harapan semu tentang material. Ini adalah cerminan dari degradasi akidah. Yang kemudian menyebabkan bobroknya akhlak umat.

Penulis mengharapkan semua kalangan masyarakat terus berjuang untuk menghentikan acara ini. Terutama pemerintah agar dapat mengurungkan niatnya untuk pelaksanaan Miss World di Bogor. Jika alasannya untuk memasarkan tentang budaya lokal, temapt pariwisata, dan lain-lain. Itu masih bisa dengan cara lain, sehingga tidak menggadaikan identitas (akidah) umat. Sehingga walau acaranya dikemas dengan kemasan yang berbeda, jauh lebih sopan, mengedepankan etika, dan lain-lain. Tetap saja, ada misi di sana. Yaitu misi penghancuran akidah umat. Tetap saja yang namanya babi itu haram walau dikemas dalam kaleng yang bercap ayam. Karena isinya masih babi. Begitu pun dengan acara ini.

Adi Tahir Nugraha | Pegiat Pendidikan | Mahasiswa Tafsir Hadis STAI Persis Bandung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s