Diposkan pada Tanya Jawab, Ustad Menjawab

Shalat Jum’at Bagi Wanita

Shalat Jum’at Bagi Wanita

Assalamu’alaikum warahmatullah, apakah boleh bagi wanita hadir ikut shalat jum’at jumat? dan apakah tetap harus melaksanakan shalat dhuhur?

Jawab:

wa’alaikumsalam warahmatulah wabarakatuh, bismillah walhamdulillah wasshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, tinggal dirumah merupakan hukum asal bagi wanita muslimah, sebagaimana firman Allah dalam surat al Ahzab ayat 33, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.”

Bila mereka (muslimah) harus keluar rumah untuk suatu kebutuhan yang mendesak, maka diperintahkan untuk tidak tabarruj, memakai busana yang menutupi seluruh tubuhnya dan tidak memakai wewangian.

Shalat jum’at tidak diwajibkan atas wanita muslimah. Hal ini dikarenakan Rasulullah y menyebutkan wanita termasuk salah satu golongan yang tidak wajib mendatangi shalat jum’at berjama’ah.

عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلَّا أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوْ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِيٌّ أَوْ مَرِيضٌ

Dari Thariq bin Syihab dari Nabi SAW beliau bersabda; “Jum’at itu wajib bagi setiap Muslim dengan berjama’ah, kecuali empat golongan, yaitu; hamba sahaya, wanita, anak-anak dan orang yang sakit.” (HR. Abu Daud, disahihkan Al Albaniy)

Hadits diatas kemudian tidak dipahami bahwa wanita shalat jum’at sendiri di rumah. Bila mereka shalatnya di rumah maka shalatnya adalah  dzuhur empat raka’at. Namun bila wanita pergi ke masjid dan melakukan shalat jum’at berjama’ah maka tidak mengapa walaupun shalat dzuhur dirumah lebih baik bagi mereka sebagaimana keumuman hadits

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ ,قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمْ الْمَسَاجِدَ وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ

Dari Ibnu Umar dia berkata; Rasulullah y bersabda: “Janganlah kalian melarang kaum wanita pergi ke masjid, akan tetapi sebenarnya rumah rumah mereka itu lebih baik bagi mereka.” (HR. Abu Daud, dishahihkan Al Albaniy)

Walaupun demikian sah-sah saja shalat jum’atnya wanita di masjid. Hal ini pernah dilakukanshahabiyah di zaman Rasulullah y.

عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أُخْتٍ لِعَمْرَةَ قَالَتْ أَخَذْتُ ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ مِنْ فِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَهُوَ يَقْرَأُ بِهَا عَلَى الْمِنْبَرِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ

Dari Amrah binti Abdurrahman dari saudara perempuan Amrah, ia berkata, “Aku menghafal surat Qaaf langsung dari mulut Rasulullah y, yakni ketika beliau membacanya beberapa kali di atas mimbar dalam khutbah Jum’at.” (HR. Muslim)

Dan wanita yang sudah melakukan shalat jum’at mengikuti jama’ah di masjid tidak perlu shalat dhuhur di rumah. (fatwa Dr. Sulaiman bin Wail, fatwa wa Isytisyarat al islam al yaum 7/60). Dan perlu di ingat ketika keluar, wanita harus menutup auratnya dan tidak memakai wewangian. Wallahua’lam bis shawab

Sumber: Arrisalah.net

(muslimahzone.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s