Dimanakah Hati Kita Berlabuh

paradigma MukminAllah telah menciptakan manusia dengan banyak kelebihan. Dia telah memberikan banyak fasiliti yang ada pada tubuh manusia. Dengan tangannya, manusia mampu membuat sesuatu yang menakjubkan. Dengan otaknya, kita mencetuskan teori-teori pengetahuan yang begitu luar biasa.

Namun, marilah kita mengamati salah satu dari kemampuan kita, iaitu kemampuan berfikir, melihat dan mendengar!

Dalam sebuah ayat-Nya. Allah swt berfirman :

“Katakanlah! Dia (Allah) yang telah menciptakan kalian, dan Dia jadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan dan hati (pikiran). (namun) Amat sedikit yang kalian syukuri.” Qs. Al-Mulk (67) : 23

Allah SWT telah menyebut pendengaran dan penglihatan sebelum menyebut fikiran, kerana demikianlah proses berfikir manusia. Ya… melihat, mendengar lalu berfikir. Dan melihat, mendengar serta berfikir dalam ayat ini berkaitan dengan keadaan kita di hadapan Allah kelak.

Bagaimanakah reaksi kita tatkala melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang amat banyak di sekitar kita? atau ketika kita mendengar ayat-ayatNya? Dan bagaimana sikap kita saat Allah melimpahruahkan harta kepada kita? Dan bagaimana sikap kita saat Dia “mempalitkan” sedikit  azabNya yang berwujud musibah?

Pepatah Inggeris  mengatakan, “Heart is King” (hati adalah raja). Kerana hati inilah yang menentukan segala perbuatan kita. Bila hati seseorang itu “berlabuh” kepada Allah, dia akan selalu beribadah, berzikir dan berdoa. Dia tidak pernah melupakanNya, nescaya dia menjadi hati yang lembut, baik dan redha.

Sebaliknya, hati yang selalu bermaksiat, lalai, meremehkan, bahkan berani menentang Allah atau enggan mendengarkan ayat-ayat suciNya, maka  hatinya adalah hati yang culas, jahat, yang selalu membuat  Penciptanya murka. Dan itulah, hati yang ‘’berlabuh’’ kepada rayuan syaitan pujaanya.

Kini, sudah saatnya kita muhasah diri, mengamati keadaan kita masing-masing.

Mungkinkah terlampau jauh dariNya? Dimanakah hati kita “berlabuh’’? Di “pelabuhan’’ Allah kah…? Atau di “pelabuhan” syaitan?

Andaikan hati kita telah lama membengkok, marilah kita luruskan kembali! Marilah kita memohon ampunanNya, redh-Nya dan belas kasihNya.

Akhir kata, tiada air mata yang lebih mulia kecuali tatkala menitis kerana menyesali segala dosa, tatkala kita bersimpuh, bertaubat atas “kebengkokan’’ hati kita selama ini.

’Dan mohonlah ampun  kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’’ QS. Al-muzzammil (73) : 20

________________________

Source: http://www.akuislam.com

Iklan

Posted on 4 September 2011, in Al Islam, Motivasi and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: