Diposkan pada Al Islam

Dalam Biduk Cinta Sebuah Penantian

Alhamdulillaah…..

Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi’adadi Kulli Ma’lu Mil Lak.

“Allahumma baariklanaa di Rajab wa Sya’ban Wa Ballighna Ramadhan”,Semoga Allah memberkahi kehidupan kita dibulan-bulan ini untuk berjumpa Ramadhan,Dengan segenap kesiapan ruhiyah, fikriyah,jasadiyah,maliyah dan satukan barisan raih takwa & sambut kemenangan dakwah, Intanshurullah yanshurkum wayutsabbit aqdamakum.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu’anhumღAmiin ya Rabbal’alamin.

Di sisa subuh ini kami mencoba meracik kekata untuk kami sampaikan kepadamu wahai belahan jiwa kaum kami, Hawa. Sesegar nuansa pagi, hati kami telah terguyur rindu untuk menuliskannya. Dengan cinta kami menyapa bidadari yang akan kami jemput sebagai kekasih hati. Mari berbicang mengenai cinta. Cinta yang hakiki.

Bersamamu adinda, kita akan mengembalikan cinta ke singgasananya. Kita rebut kembali cinta yang telah hilang dari rel syari’at Allah, lalu kita senandungkan dalam kehidupan yang akan kita jalani kelak. insyaAllah…

Kau yang bergelar sebaik-baik perhiasan dunia,amat didamba pria shalih yang kelak menjadi imam di istanamu dan mengajakmu membangun surga di dalamnya, diramaikan pula oleh malaikat-malaikat kecil, imut, nan menyenangkan, ah syahdunya surga di dalam rumah kita,surga sebelum surga.

Cobalah saksikan betapa teguhnya para sahabiyah yang sabar menghadapi fitrahnya sebagai manusia, begitu juga para sahabat, tabi’in dan salafussahlih. Adapun saat ini telah kitalihat bersama betapa ramainya adegan cinta telah dipertontonkan para lelaki dan wanita di mana-mana, tanpa malu, semakin tersebar dalam tayangan sinetron, layar lebar, duniamaya, ataupun di dunia nyata, di sudut-sudut lokasi yang remang dan gelap-gelap, apakah itu fitrah? Ya, kita adalah manusia yang Allah hiasi dengan nafsu. Namun kita diamanahi oleh Allah untuk menahan itu semua sampai pada waktunya, dalam ikatan pernikahan, kita labuhkan segala cinta.

“Dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Naziat: 40-41)

Dan bersabarlah…

Biarkan cinta berpuasa, lalu cinta berkepompong, menapaki jalan metamorfosa sempurna, dan pada akhirnya cinta sepesona kupu-kupu, seindah saat berbuka. Adinda…

“Dalam Biduk Cinta Sebuah Penantian..

Telah kita teguk bersama madunya kesabaran, dari panjangnya dahaga menjauhkan diri dari jalan-jalan neraka, kini mari kita sama-sama ramaikan bumi ini dengan buah yang kita petik dari hasil panen kita. Ladang cinta yang kita rayakan, di hari panennya dengan penuh suka cita. Wahai adinda, berhiaslah dengan busana ketaqwan.Mari kita berlayar di luasnya samudera kehidupan,kembangkan layar kita,akulah sang nahkoda yang siap mengarahkan bahtera kita menuju surga Allah. Disampingmu, terasa semangat sederas badai. Segala kesulitan hanyut bersama derasnya arus cinta, didalam kalbuku…

Ketika laut terasa mengolokku, membisikkan keraguan, seolah laut tidak pernah memiliki tepi, tapi engkau datang hembuskan kalimat cinta yang merasuki segenap jiwaku, dan jiwaku membaja. Kokoh tegap bertahan dari badai putus asa, lalu terbitlah optimis bahwa kita akan sampai pada tujuan. Kutulis surat ini saat tulang rusuk ini belum menjelma dirimu,saat ini,yang alamatnya dalam genggaman rahasia Allah.

Selengkapnya Kunjungi Blog Kami SEHB Andika AlBanjari

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s