Baiti Jannati: Sudahkan Surga Hadir di Rumah Kita???

Bismillah…
Baiti Jannati ( Rumahku Surgaku ) adalah sebuah kalimat yang tiap-tiap orang yang membangun rumah tangga adalah sebuah keinginan ataupun cita-cita yang diidam-idamkan.Tapi bila kita tanya pada hati nurani kita yang paling dalam,sudahkan kita merasakannya?
Atau bahkan kita sendiri juga belum tahu bagaimana konsepnya ataupun penerapannya dalam kehidupan rumah tangga kita masing-masing.Diri kita pastinya menginginkan Baiti Jannati dan rumah tangga kita senantiasa dipenuhi dengan Sakinah ( ketentraman ),Mawaddah ( saling cinta ), dan Rahmah ( kasih sayang )
Rumah tangga manusia termulia pun, contoh tauladan kita, Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bukanlah rumah tangga yang dipenuhi dengan bergelimangan harta benda dan materi ,sebab pernah 3 bulan lamanya beliau bersama Aisyah istri beliau hanya minum air putih.Demikian pula terhadap isteri-isteri beliau lainnya, semuanya benar-benar minim dalam masalah kehidupan dunia.Namun yang menakjubkan adalah beliau Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tetap bisa berkata ” Rumahku Surgak.”
Sebaliknya,di jaman sekarang ini tidak sedikit rumah tangga yang dipenuhi dengan gelimangan harta benda dan materi sampai-sampai bingung untuk menghabiskan uangnya untuk apa. Namun, kebahagiaan hampir tidak ada di dalamnya.Yang hadir dalam tiap-tiap harinya adalah keributan yang tidak berujung pangkal.Yang pada akhirnya nanti jalan perceraian tak bisa untuk dielakkan.Gambaran diatas menjelaskan bahwa harta adalah bukan faktor penentu hadirnya surga ( kebahagiaan ) di dalam rumah tangga kita.
Hati merupakan sumber rasa kasih sayang.Dialah ikatan yang paling kokoh antara suami dan isteri.Cinta kasih,kelembutan dan ketenangan semuanya bersumber dari hati.Seorang isteri hendaknya mengetahi kedudukannya da hadapan para suami da mendekatinya melalui pintu hatinya yang peka.
Rasulullah telah berwasiat tentang wanita dengan salah satu sabdanya : ” Nasehatilah wanita dengan baik karena mereka adalah amanah di pundak kalian.Kalian menghalalkan kemaluannya dengan kalimat Allah dan sunnah Rosul-Nya.Janganlah kalian menampar dan jangan menghinanya “.
Rumah tangga juga ibarat sebuah persekutuan.Di dalamnya dituntut saling amanah dan tidak terjadi penghianatan karena Allah berfirman di hadist Qudsi : ” Aku adalah pihak ketiga bagi dua orang yang berserikat selama tidak ada seorangpun yang menghianati pihak lainnya.Jika ada yang berkhianat maka Aku keluar dari persekutuan itu “. 
 (HR. Abu Dawud ).
Sedangkan tujuan utama Islam menyatukan laki-laki beriman dengan perempuan beriman dalam suatu pernikahan adalah agar dapat mencapai ketenangan,ketentraman dan kesuksesan hidup, mendapatkan keturunan yang baik, yang nantinya berjuang di jalan Allah untuk senantiasa mengangkat bendera kebenaran dan menyebarkan panji-panji keadilan dan kedamaian di muka bumi Allah ini.
Ya Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana,kami mohon kepadaMu surga serta sesuatu yang mendekatkan kepadanya,berupa perkataan maupun perbuatan.Kami berlindung kepadaMu dari api neraka serta apa-apa yang mendekatkan kepadanya,berupa perkataan maupun perbuatan.Ya Allah jadikanlah rumah tangga kami rumah tangga sakinah,mawaddah,warohmah dan jadikanlah rumah kami adalah baiti jannati,serta anak-anak yang sholeh serta sholehah yang senantiasa mendirikan sholat.Ya Allah,kami mohon kepadaMu agar menjadikan setiap keputusan yang Engkau putuskan untuk kami adalah suatu kebaikan.Amin
Wallahu a’lam bi Ash-Shawab
Iklan

Posted on 19 Agustus 2011, in Al Islam, Jendela Keluarga and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: