Terima kasih teman dan guruku…

Satu kisah yg mungkin yg makin mengingatkan kita akan kematian. Kematian itu pazti datangnya, amat dekat dan tak tau kapan kan terjadi. Kisah ini terjadi kurang lebih 2tahun yg lalu.

                Kala itu, aku masih SMA kelas 3. Seperti biasa, saat mapel bahasa Arab, bagi anak kelas XII ipa 2 yg lancar BTQ, digabung dikelasku (XII ipa 1), sedang yang tidak lancar bergabung di kelas XII ipa 2. Aku sibuk dgn bahasan yg disampaikan guruku kala itu. Tapi sebenarnya mapel bahasa Arab adalah mapel yg gag seberapa kusukai,jadi ku samba dg ndengerin mp3, lagunya peterpan (lupa judulnya ^_^). Teman yg  tempat duduknya ada dibelakangku, memanggilku. Bermaksud meminta (Bluetooth) lagu itu. Kuberikan hapeku, biar dy membluetooth sendiri. Dari situlah aku berkenalan dgnya. Dia anak kelas sebelah (XII ipa 2). Sejak hari itu, aku mulai dekat. Tiap bertemu, entah saat diparkiran sekolah, ataupun saat berpapasan menuju kelas masing2. Tanpa pernah kusadari sebelumnya, perkenalanku dgnny saat itu, adalh perkenalan terakhir.

                Ntah tgl berapa kala itu (lupa,yg kuingat kala itu, kami bnr2 tengah persiapan UNAS maklum udah kelas 3), aku datang kesekolah pagi-pagi. Dan ternyata, aku pun disambut dg berita yg amat sangat membuatku shock. Karena, hari itu temanku yg beberapa minggu yg lalu berkena;an dan membluetooth lagu dari hapeku meninggal. Kejadianny pas malam sebelumnya. Kumendapat cerita, bahwa dia pergi bersama pacarnya ntah kemana. Trus saat didaerah makam mbah ratu (daerah demak,sby) dy dan pacarnya kecelakaan. Kata org2 yg berada di TKP, temanku itu terlindas truk. Dan hampir tak berbentuk lagi tubuhnya. Kepala hancur dll,sedang pacarnya koma. Benar2 diluar dugaanku, kurang dari 14hari aku berkenalan dgny,tapi ternyata secepat itu pula dia meninggalkanku dan teman2ku.

                2hari (insyaAllah klo gag lupa) aku bertemu dgnya diparkiran sekolah, kulihat dirinya begitu berbeda. Amat pendiam. Kusapa pun dia hanya tersenyum tipis, tidak seperti biasa. Pikirku saat itu, dia tengah ada masalah. Tapi ternyata, hari itu adalah pertemuan terakhirku dgnya.

                Sontak mendengar itu, satu sekolah merasa berduka. Siangnya aku dan teman2 kerumahnya. Ibunya banyak cerita sekitar seminggu sebelum dy meninggal. Dia begitu rajin puasa, biasa Cuma senin kamis, ini setiap hari. Trus tiap tidur minta ditemani ibunya, padahal sebelumnya tidak. Ibunya terlihat tegar, walau saat terakhir anaknya harus dimakamkan, bliau belum melihat sama sekali wajah anaknya, karena saking parahnya kondisi anaknya.

                Belum kering rasanya air mata kami (warga sekolahku), esoknya guru BK (bimbingan konseling) kami, meninggal pula. Beliau meninggal sepulang halal bi halal bersama keluarganya di pacet. Kecelakaan jugag, tapi ini kecelakaan mobil. Jadi kala mobil yg ditumpangi beliau perjalan pulang, jalanan pacet kn memang menanjak. Ternyata mobil yg bliau tdk kuat, akhirnya meluncur kebawah hingga masuk kerumah warga sekitar dan masuk kolam renang. Sang ayah bliau berusaha menyelamatkan semua keluarganya, tapi ayahnya tak tahu bahwa anaknya (guruku) masih tertinggal dimobil yg masuk kolam renang. Ayahnya sadar bahwa ada yg tertinggal, tapi terlambat. Guruku sudah meninggal. Kudapat cerita ini, lewat Koran dan tivi yg kebetulan menyiarkan berita ini.

                Benar2 diluar dugaan. Hari sebelum bliau meninggal, ada salah satu guruku yg bercerita bahwa bliau (guruku yg meninggal)sdh menunjukkan tanda2 klo bliau mw pergi. Saat selesei mengajar bliau (guruku yg meninggal) begitu pulas tertidur dikantor guru. Padahal sebelum2nya tidak. Trus bliau (guruku yg meninggal) jugag sempat berbicara pada guru yg lain bahwa esok (dihari bliau meninggal) guru2 akan datang kerumahnya. Kala itu guruku yg diajak ngobrol mengira bahwa guruku yg meninggal itu akan melangsungkan pernikahan. Karena kabarnya bliau (guruku yg meninggal) sdh bertunangan. Tapi nyatanya, maksud kata2 bliau ialah berkunjung kerumahnya untuk nyelawat (takziyah).

                Kisah yg sampai detik ini terus teringat olehku. Meski 2tahun tlah berlalu. Tapi mampu mengingatkanku akan kematian. Kematian itu PASTI ADANYA. Kala kematian itu memanggil, tak ada yg bisa meminta untuk ditunda ataupun dipercepat. Buku Catatan amal tlah ditutup jika kematian memanggil. Pintu tobat ditutup,segala kenikmatan dunia tlah disudahi.  Tak ada yg tahu, kapan nyawa ini kan dicabut  oleh malaikat izrail untuk menghadapNYA. Tak ada yg bisa menjamin, apakah kita masih bisa hidup dalam waktu 1tahun kedepan, 1bulan kedepan, 1minggu ke depan, bahkan kita tak bisa menjamin apakah kita masih hidup esok hari.

Kematian adalah rahasia Ilahi,hanya Allah yg tahu. Kita manusia hanya bisa mempersiapkan kematian itu. Dg berusaha keras menambah bekal untuk kembali. Kehidupan dunia, hanya seperti tempat peristirahatan yg singkat. Perjalanan kita masih jauh,jika kita tak menyiapkan bekal yg cukup, celakalah kita dan merugilah kita. Gunakan waktu didunia untuk mempersiapkan bekal itu agar kelak saat giliran kita dipanggilNYA, kita telah siap dg bekal yg cukup dan mampu mengantarkan kita pada tempat peristirahatan yg sesungguhnya dan kita kekal didalamnya, itulah SYURGA.

Untuk temanku dan guru BK ku, semoga engkau ditempatkan ditempat yg layak disisiNYA. Semoga amala ibadah kalian diterima olehNYA dan dibalas dg balasan yg setimpal. Seuntai Al fatihah kukirimkan untuk kalian. Jazakumullah khoiron katsir telah memberikan satu lagi kisah yg mengingatkanku dan ummat ttg kematian yg pasti datangnya, yg tak terduga datangnya, yang tak disadari perjumpaannya.

“ Disaat ajal kan datang menjelang, malaikat izrail mainkan peran, nyawa tercabut tubuhpun meregang, Allahu Akbar janjimu tlah datang” sebait lyric dari group nasyid Snada.

Semoga kita semua dimatikan dalam keadaan khusnul khotimah olehNYA..

Aamiin,aamiin yaa Rabb..

Source: Catatan Facebook  Fatihatus Sa’diyah

Iklan

Posted on 16 Agustus 2011, in Goresan Tangan, Renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: