Kehilangan Adalah Ujian Cinta Allah..

“Kehilangan adalah salah satu jalan kehidupan. Kita takkan merasa kehidupan tanpa merasa kehilangan”

Kehilangan  pernah menimpa Nabi Ayyub A.S. Baginda kehilangan kekayaan, dan orang orang yang disayanginya. Tidak hanya itu sahaja, baginda juga menderita penyakit yang menjangkiti seluruh tubuhnya. Sehingga baginda berdoa, “Ya Allah, penyakit ini boleh jadi menjangkiti seluruh tubuhku. Tetapi ya Rabb, jangan sehingga penyakit ini juga menjangkiti hati dan mulutku, biarlah aku masih mampu berzikir kepada-Mu.”

Subhanallah…

Begitulah ketabahan Nabi Ayyub. Beliau ikhlas atas kehilangan kesihatan dan penyakit yang dihidapi yang menyebabkan semua orang jijik melihatnya.

Kesabaran dan keikhlasan selalu akan membahagiakan. Pada akhirnya Allah mengembalikan semua kehilangan yang dialami Ayyub.

Maka bersabarlah ketika ujian cinta kepada Allah atas nama kehilangan itu datang. Semakin besar cinta, semakin berat pulalah ujian cinta itu. Dan, setelah ujian itu berakhir, maka akan terbukti seteguh mana iman dan cinta kita. Ketika semua telah dikembalikan atau digantikan dengan yang lebih baik, Insyaallah semua akan terasa lebih nikmat

Kehilangan selalu diwakilkan oleh kata ‘musibah’. Maka dengan berperasangka baik pada Allah, gantilah perkataan itu dengan kata manis seperti  sebutan ‘rahmat’ atau teguran Allah yang unik untuk mengingatkan hambanya atas kesalahan atau maksiat. Dengan sebuah kehilangan, dan diiringi dengan berperasangka baik pada Allah, kesemua itu akan berubah dengan menjadi sebuah ‘keampunan’.

Kehilangan adalah sebuah proses mendapatkan dan begitu pula sebaliknya. Mendapatkan adalah sebahagian dari kehilangan. Proses ini mengajarkan kita agar tidak tamak pada realiti dan menyedari hakikat diri sebagai manusia yang memiliki titik noktah pada suatu masa nanti

“Aku takjub dengan perihal orang yang beriman.. Semuanya ada kebaikan.. Tidak ada suatu kebaikan pun kecuali ianya untuk orang yang beriman.. Apabila diberikan sesuatu nikmat, dia akan bersyukur.. Maka itu baik baginya.. Apabila diuji dengan suatu ujian, dia akan bersabar.. Maka itu juga baik baginya..” Hadith ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Kehilangan adalah sebuah proses yang harus dilalui dalam  kehidupan. Memang, sesungguhnya apa-apa pun yang ada dalam kehidupan kita di dunia ini, tiada yang abadi

Kehilangan adalah sebuah kenikmatan
kenikmatan bagi hati yang menikmati dan mengikhlaskan.
Kehilangan bukanlah saat mencari kambing hitam atas sesuatu kesalahan,

Tetapi inilah saat yang sangat berharga untuk memperkuatkan sangka baik terhadap Allah.

Innalillahi wa innailaihi rajiun..

Source:

http://www.akuislam.com

Iklan

Posted on 9 Agustus 2011, in Al Islam, Iman, Renungan, Tsaqofah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: